Samarinda (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat upaya pengembangan literasi dengan memberikan ruang ekspresi bagi para penulis lokal untuk memublikasikan karya mereka.
"Kami tetap memfasilitasi teman-teman penulis lokal yang ingin mengadakan kegiatan bedah buku sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap karya yang mereka hasilkan," kata Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (P3KM) DPK Kaltim Hana Iriana di Samarinda, Rabu.
Hana menjelaskan bahwa upaya pembinaan ini merupakan kelanjutan dari program penerbitan buku bagi penulis lokal yang sukses dilaksanakan pada tahun 2024.
Ia menjelaskan, penulis lokal yang ingin mendapatkan fasilitas ini dapat mengajukan permohonan bedah buku secara mudah melalui surat resmi yang ditujukan kepada pihak dinas.
Selain jalur mandiri, akses kolaborasi juga terbuka lebar bagi penulis yang telah tergabung dalam organisasi Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) atau jaringan komunitas pegiat literasi.
DPK Kaltim berkomitmen menyediakan dukungan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai, meliputi penyediaan tempat kegiatan serta panggung acara di lingkungan perpustakaan.
Beragam karya telah berhasil difasilitasi melalui program ini, salah satunya adalah peluncuran novel karya penulis lokal yang mengangkat kisah perjalanan hidup yang inspiratif.
Ruang apresiasi untuk penulis juga diberikan kepada seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus yang berhasil menuangkan pengalaman pengasuhannya menjadi sebuah buku yang edukatif.
"Sinergi antara pemerintah dan pegiat literasi mampu menjaga ekosistem penulisan di Kalimantan Timur agar tetap hidup dan produktif di tengah tantangan dalam meningkatkan minat baca masyarakat," demikian Hana.
