Samarinda (ANTARA) - Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menekankan pencegahan potensi kecelakaan fatal akibat sengatan listrik di lingkungan industri melalui sosialisasi penerapan sistem Lock Out Tag Out (LOTO).
"Listrik merupakan salah satu risiko utama penyebab cedera serius hingga fatal, sehingga sistem LOTO menjadi langkah krusial untuk memastikan setiap pekerjaan pemeliharaan dapat berjalan dalam kondisi yang benar-benar aman," kata Kepala Balai K3 Samarinda Erwin Anjasmara Ichsan di Samarinda, Kamis.
Ia mengatakan ancaman bahaya kelistrikan tidak bisa dianggap remeh, karena dapat mengintai setiap pekerja di berbagai sektor industri yang masih beroperasi dengan pengawasan standar keselamatan yang minim.
Oleh karena itu, lanjutnya, pengenalan sistem penguncian dan pelabelan bahaya atau LOTO ini berfungsi penting sebagai tameng pelindung berlapis bagi para teknisi yang sedang turun langsung memperbaiki alat maupun mesin berat.
"Prosedur standar keselamatan tersebut secara teknis menjamin pemutusan arus daya secara total sehingga mesin produksi tidak akan menyala atau mengalirkan listrik secara tiba-tiba saat proses perbaikan sedang berlangsung," papar Erwin.
Pihaknya menekankan para profesional di bidang kesehatan dan keselamatan kerja (HSE) di setiap perusahaan bahwa kini memiliki tugas mutlak untuk terus mengidentifikasi, mengawasi, serta mengevaluasi seluruh potensi risiko mematikan tersebut setiap harinya.
Baca juga: Pelatihan ahli K3 umum gratis dari Kemnaker
Para pengawas di lapangan ini, kata dia, dituntut untuk tidak hanya fasih memahami teori kelistrikan, tetapi juga berani menindak tegas pelanggaran jika prosedur penguncian daya sengaja diabaikan oleh karyawan.
Berbagai upaya edukasi terkait penanganan kelistrikan ini mulai dikemas secara komprehensif oleh pemerintah melalui kegiatan forum diskusi terbuka bertajuk "Safety Talk" Kamis ini.
"Forum edukasi ini sengaja mengangkat materi spesifik tentang pengendalian bahaya listrik agar seluruh perusahaan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur, semakin peduli terhadap jaminan nyawa para pekerjanya," ungkap Erwin.
Seluruh peserta yang hadir mendapatkan pembekalan teknis mengenai berbagai mekanisme bahaya arus pendek yang selama ini sering memicu kebakaran hebat atau kecelakaan di area pabrik.
Salah satu ancaman paling mematikan yang dibahas secara rinci di dalam kelas adalah risiko arc flash atau ledakan energi listrik seketika yang mampu menghasilkan panas ekstrem untuk membakar tubuh pekerja di dekatnya.
"Pada akhirnya, komitmen pemberian perlindungan yang maksimal terhadap setiap tenaga kerja akan berbanding lurus dengan terwujudnya sebuah ekosistem tempat kerja yang aman, sehat, serta berkontribusi tinggi pada produktivitas ekonomi negara," ucap Erwin.
Baca juga: Disnakertrans Kaltim: K3 berdampak bagi produktivitas perusahaan
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026