Balikpapan (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi 286 sekolah di Provinsi Kalimantan Timur yang telah selesai dikerjakan pada 2025 dengan total nilai Rp253,75 miliar.

Revitalisasi tersebut mencakup satuan pendidikan di Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

“Hari ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan sekolah yang layak, aman, dan bermutu,” kata Mu’ti dalam peresmian di Balikpapan, Jumat.

Menteri Mu'ti  menegaskan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat layanan pendidikan di daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Revitalisasi dan digitalisasi sekolah di Kalimantan Timur adalah implementasi nyata dari Gerakan ASRI (Aman Sehat Resik Indah) dan komitmen Presiden untuk membangun sumber daya manusia unggul,” ujarnya.

Revitalisasi 2025 di Kalimantan Timur mencakup 286 sekolah dari jenjang PAUD hingga pendidikan kesetaraan.

Seluruh pekerjaan telah selesai 100 persen sesuai laporan pemerintah daerah dan satuan pendidikan penerima bantuan.Di Balikpapan, revitalisasi mencakup 16 sekolah dengan nilai Rp13,60 miliar.

Di Kabupaten Penajam Paser Utara terdapat 34 sekolah dengan nilai Rp22,30 miliar. Sementara itu, di Samarinda revitalisasi dilakukan pada 52 sekolah dengan total nilai Rp59,53 miliar.

Mu’ti meminta kepala sekolah penerima bantuan mengelola anggaran secara transparan dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa revitalisasi merupakan amanat publik untuk meningkatkan kualitas ruang belajar dan keselamatan peserta didik.

Selain peresmian revitalisasi 2025, Mendikdasmen juga menyerahkan simbolis bantuan revitalisasi 2026 untuk sekolah-sekolah yang lolos verifikasi. Tahun 2026, terdapat 341 sekolah di Kalimantan Timur yang dinyatakan layak menerima bantuan dari total 806 usulan.

Dalam rangkaian kunjungan kerjanya, Mu’ti menghadiri kegiatan Pagi Ceria, yaitu senam bersama 4.000 murid dan guru di Dome Balikpapan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya sekolah aman dan nyaman.Ia juga meninjau aksi penanaman mangrove di SMAN 8 Balikpapan sebagai edukasi lingkungan bagi pelajar.

Penanaman mangrove menjadi bagian dari program pembiasaan sekolah dalam mendukung kelestarian kawasan pesisir.

Pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah secara nasional pada 2026, sejalan dengan upaya memperkuat infrastruktur pendidikan di seluruh daerah, termasuk wilayah penyangga IKN. ***
 



Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026