Sejak Januari hingga Mei 2026 NTP Kaltim cenderung naik sebagai tanda bahwa tingkat ekonomi petani mengalami perbaikan. Seperti pada Januari dengan NTP sebesar 149,14
Samarinda (ANTARA) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Januari hingga Mei 2026 cenderung mengalami peningkatan, dari 149,14 pada Januari naik menjadi 150,68 pada Mei, sebagai tanda bahwa kehidupan petani mengalami perbaikan.
Angka keseimbangan NTP adalah 100. Jika di bawah 100 berarti petani merugi, pas 100 berarti ekonominya pas-pasan, di atas 100 berarti untung, jauh di atas 100 apalagi sampai di atas 150, maka kehidupan petani berarti makmur.
"Sejak Januari hingga Mei 2026 NTP Kaltim cenderung naik sebagai tanda bahwa tingkat ekonomi petani mengalami perbaikan. Seperti pada Januari dengan NTP sebesar 149,14," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Kamis.
Pada Februari dan Maret diakui NTP Kaltim sedikit menurun, namun pada April kembali naik menjadi 149,83, kemudian pada Mei naik lagi menjadi 150,68.
Terdapat lima subsektor pertanian di Kaltim yang dilakukan survei NTP oleh BPS. Sedangkan rincian lima subsektor pada Mei 2026 adalah Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) tercatat 101,71, paling rendah ketimbang empat subsektor lainnya.
Kemudian Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 123,62, Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 211,89, paling tinggi ketimbang lainnya, sehingga subsektor ini merupakan yang paling makmur ketimbang petani lain.
Berikutnya adalah Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 112,08, lantas Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) tercatat 105,28.
Ia juga mengatakan bahwa pada Mei 2026 terdapat empat subsektor yang mengalami kenaikan NTP, yaitu subsektor tanaman pangan naik 0,27 persen, subsektor hortikultura naik 2,87 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,31 persen, subsektor peternakan naik 1,17 persen.
Sebaliknya, lanjut Mas'ud, ada satu subsektor pertanian yang mengalami penurunan nilai tukar, yakni subsektor perikanan yang minus 0,67 persen.
"Sejalan dengan kenaikan NTP, maka nilai tukar usaha pertanian (NTUP) Kaltim pada Mei 2026 juga ikut terdongkrak menjadi 157,02, atau naik 0,46 persen ketimbang NTUP pada April 2026 yang tercatat 156,30," katanya.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.