Balikpapan (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) bersama perbankan, Pegadaian, dan Perbarindo (Persatuan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia) menyediakan 213 tempat layanan penukaran uang rupiah melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Layanan penukaran itu tersebar di kantor bank umum, jaringan Pegadaian, serta BPR dan BPRS anggota Perbarindo di Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser. Penyebaran titik layanan itu memungkinkan masyarakat mengakses penukaran uang tanpa harus datang ke pusat kota.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan program SERAMBI digelar untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan dan Idulfitri. “Program ini untuk memastikan ketersediaan uang layak edar dan mendukung kelancaran transaksi masyarakat, kata Robi, Kamis.

Untuk mengatur alur layanan, BI menyiapkan 26.620 paket penukaran yang dapat dipesan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR). Sistem pemesanan ini memungkinkan masyarakat memilih jadwal dan lokasi penukaran, sehingga mengurangi antrean dan memastikan kapasitas setiap titik layanan tetap terukur.

Layanan penukaran SERAMBI 2026 dibuka dalam dua periode, yakni 18–27 Februari 2026 untuk tahap pertama dan 1–15 Maret 2026 untuk tahap kedua. Pemesanan layanan kas keliling tematik dan penukaran terpadu melalui aplikasi PINTAR akan dibuka mulai 13 Maret 2026. Skema ini disusun untuk mengatur arus penukaran dan mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang puncak Ramadan dan Idulfitri.

Baca juga: Bupati Kutim: Hati-hati penukaran uang di pinggir jalan

Model layanan penukaran dibagi menjadi beberapa skema, yakni penukaran melalui loket bank, penukaran di jaringan Pegadaian, penukaran di BPR/BPRS anggota Perbarindo, serta layanan kas keliling tematik. Seluruh skema tetap menggunakan aplikasi PINTAR sebagai pintu masuk pemesanan.

BI juga mengadakan layanan penukaran terpadu yang menggabungkan beberapa lembaga dalam satu lokasi pada hari-hari tertentu. Skema ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penukaran menjelang puncak Ramadan dan Idulfitri.

Untuk SERAMBI 2026 ini, BI menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp2 triliun. Jumlah tersebut meningkat 11 persen dibanding Rp1,8 triliun yang disediakan pada Ramadan 1446 Hijriyah atau 2025 lampau. Peningkatan ini mengikuti pertumbuhan ekonomi di tiga wilayah kerja BI Balikpapan  tersebut. 

Selain penyediaan uang tunai, BI juga mendorong penggunaan transaksi digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS. Kombinasi uang tunai dan transaksi digital diharapkan dapat menjaga kelancaran sistem pembayaran selama Ramadan dan Idulfitri.

"Kami juga terus melanjutkan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, termasuk pengenalan ciri keaslian uang melalui metode 3D dan perawatan uang melalui prinsip 5J. Edukasi ini diharapkan mendorong perilaku transaksi yang lebih bijak dan mendukung penggunaan rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa," kata Robi. 

Prinsip 5J, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi. Dengan demikian kualitas uang agar tetap layak edar dan aman digunakan dalam transaksi sehari-hari. 

Baca juga: BI Kaltim siapkan uang kartal Rp2,18 triliun untuk Ramadhan-Lebaran



Pewarta: Novi Abdi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026