Tentunya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur sangat menyambut baik dan mendukung langkah GPMB Kaltim dalam melaksanakan program-program pengembangan literasi

Samarinda (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur menerapkan lima cara untuk meningkatkan literasi masyarakat melalui kolaborasi strategis bersama Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB).

"Tentunya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur sangat menyambut baik dan mendukung langkah GPMB Kaltim dalam melaksanakan program-program pengembangan literasi," ujar Kepala DPK Kaltim Lisa Hasliana di Samarinda, Jumat.

Ia menegaskan lembaga pemerintah yang mengurusi perpustakaan tidak mungkin dapat berdiri sendiri dalam menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa dukungan mitra eksternal yang solid.

Data terakhir menunjukkan indeks literasi masyarakat Kaltim sebesar 78,34 dari skala 100, berada di kategori sedang menurut data Perpustakaan Nasional RI.

Dalam menggenjot itu, DPK Kaltim bersama GPMB melakukan sejumlah upaya. Cara pertama yang segera direalisasikan sebagai langkah konsolidasi adalah pelaksanaan musyawarah daerah (musda) yang akan melibatkan pengurus GPMB dari seluruh kabupaten dan kota.

Forum evaluasi tahunan tersebut ditujukan secara spesifik untuk membedah kinerja organisasi selama satu tahun terakhir demi perbaikan program yang lebih terukur di masa mendatang.

Cara kedua berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan berbagai lokakarya teknis bagi para pengelola perpustakaan maupun pegiat literasi daerah.

"Pendidikan dan pelatihan khusus juga disiapkan sebagai metode ketiga untuk memastikan para relawan literasi memiliki kompetensi yang memadai dalam melayani kebutuhan bacaan masyarakat," katanya.

Cara ketiga membuat ruang diskusi literasi yang inklusif yang dibuka seluas-luasnya guna memfasilitasi pertukaran gagasan kritis antar-penulis, pembaca, dan pemangku kebijakan.

Cara keempat merancang berbagai perlombaan kreatif yang bertujuan merangsang kompetisi sehat sekaligus menarik minat generasi muda terhadap dunia kepenulisan dan perbukuan.

Upaya kelima berupa kerja sama lintas sektoral antara pemerintah daerah dengan komunitas serta organisasi kemasyarakatan menjadi kunci dalam memperluas jangkauan budaya baca di wilayah dengan sebutan "Benua Etam" itu.

Menurut Lisa, pertemuan bersama GPMB Kaltim menjadi kesempatan penting setelah pelantikan pimpinan baru DPK Kaltim pada Desember lalu untuk menyelaraskan visi dan misi pembangunan literasi ke depan.

GPMB Kaltim diposisikan sebagai perpanjangan tangan pemerintah yang dinilai efektif dalam menyentuh lapisan masyarakat hingga tingkat tapak demi pemerataan akses informasi.

Wakil Ketua GPMB Kaltim Taufik mengakui bahwa pihaknya memerlukan pendampingan intensif dan fasilitas dari pemerintah daerah agar program kerja dapat berjalan secara optimal.

"Pendekatan yang lebih modern diperlukan agar kampanye minat baca tidak terkesan kaku dan membosankan bagi kalangan milenial maupun generasi Z yang mendominasi demografi saat ini," ujarnya.



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026