Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis, bergerak menguat 56 poin atau 0,33 persen menjadi Rp16.744 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.800 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menganggap penguatan rupiah dipicu komitmen Presiden AS Donald Trump dalam mempertahankan kebijakan tarif.
“Penguatan ini terkait erat dengan penegasan kembali komitmen Trump untuk mempertahankan kebijakan tarif, yang meningkatkan ketidakpastian mengenai arah kebijakan perdagangan AS di masa depan dan meredam permintaan terhadap dolar AS,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Trump disebut tak memberikan sinyal pelonggaran kebijakan tarif AS. Ia menegaskan kembali keyakinannya bahwa mitra asing akan mematuhi perjanjian perdagangan yang ada dan mengindikasikan bahwa tarif pada akhirnya dapat berfungsi sebagai pengganti pajak penghasilan.
Baca juga: Rupiah bisa menguat semester II, jika global kondusif
Seperti diketahui, AS mulai menerapkan tarif global sementara sebesar 10 persen, dan Gedung Putih dilaporkan berupaya meningkatkan tarif tersebut menjadi 15 persen, menyusul keputusan Mahkamah Agung untuk membatalkan langkah-langkah tarif resiprokal Trump.
Di hadapan Kongres AS, Trump menyampaikan bahwa hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan tarif yang telah mereka buat sebelum keputusan Mahkamah Agung (MA) AS terkait tarif dikeluarkan.
“Pernyataan tersebut mendorong investor untuk mengalihkan aset berdenominasi dolar AS,” ungkap dia.
Berdasarkan faktor tersebut, rupiah diproyeksikan berkisar Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS.
Baca juga: BI Balikpapan buka 213 tempat layanan penukaran uang
