Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan skema kemitraan berbasis komoditas antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan petani setempat untuk memasok kebutuhan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten setempat.
"Skema kemitraan disusun antara SPPG dengan petani untuk pemenuhan bahan pangan menu MBG," ujar Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Tohar di Penajam, Selasa.
Kemitraan tersebut secara langsung dapat meningkatkan pendapatan masyarakat petani, sekaligus memastikan kebutuhan bahan pangan SPPG terpenuhi, tanpa mengganggu persediaan di pasar umum.
Serapan bahan pangan SPPG berpotensi mempengaruhi ketersediaan dan harga, jika tidak diantisipasi dari sisi produksi, sehingga skema kemitraan disiapkan berbasis komoditas, yakni ada kelompok yang fokus pada sayur, cabai, beras, telur, maupun ikan.
Pemerintah kabupaten mengarahkan kelompok tani, peternak, nelayan dan pelaku usaha pangan agar memasok langsung dan mengatur bahan pangan sesuai kebutuhan SPPG atau dapur penyedia menu MBG.
Terdata kebutuhan bahan pangan setiap SPPG cukup besar, estimasi menu MBG untuk 3.000 penerima manfaat dibutuhkan sekitar 3-4 ton beras per bulan dan telur ayam sekitar 12.000 butir per bulan.
"Skema dana menu MBG Rp15.000 per porsi, sekitar Rp10.000 dialokasikan untuk bahan baku," katanya.
Sepuluh SPPG telah beroperasi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan melayani sekitar 12.770 peserta didik penerima manfaat, ditargetkan 24 dapur penyedia menu MBG bakal dioperasikan di kabupaten itu.
Pemerintah kabupaten juga siap untuk menambah jangkauan penerima manfaat program MBG, berencana menyiapkan SPPG satelit di daerah terpencil.
Baca juga: SPPG klarifikasi soal MBG bagi kelapa di Muara Badak
