Samarinda (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Samarinda menggencarkan pasar murah guna menjamin keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat pada Ramadhan.
"Persiapan kami untuk pelaksanaan pasar murah saat ini sudah mencapai angka 80 persen dan stok bahan pokok dipastikan aman terkendali," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kota Samarinda Eka Agustina di Samarinda, Sabtu.
Kegiatan perdana intervensi harga itu dijadwalkan dipusatkan di halaman parkir Pasar Merdeka pada 18 Maret.
Operasi tersebut terselenggara berkat kolaborasi antar-instansi di sektor perikanan, peternakan, pertanian dan pangan.
Eka menjelaskan operasi pasar itu bukan hanya berhenti di satu lokasi, melainkan berlanjut secara bergilir di lima kecamatan berbeda selama bulan puasa.
Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen memberikan subsidi khusus untuk komoditas vital seperti telur, daging, dan minyak goreng agar masyarakat tidak terbebani.
Baca juga: Kaltim fokuskan operasi pasar murah ke wilayah terpencil
Terkait fluktuasi harga terkini, harga bawang di pasar Samarinda relatif turun. Tapi, harga cabai sempat mengalami kenaikan hingga Rp71.000 per kilogram akibat faktor cuaca.
"Guna mengatasi pasokan tersebut, pasokan cabai keriting kini didatangkan langsung dari Wajo dan Enrekang sembari memaksimalkan hasil panen petani lokal," ujar Eka.
Sinergi lintas sektor juga diperkuat dengan menggandeng Bulog untuk penyediaan beras SPHP serta Dinas Perikanan yang menyuplai ikan segar langsung dari TPI.
Eka menyampaikan tim gabungan bersama Satgas Pangan Polri dan TNI terus bergerak aktif di sejumlah lokasi agar tidak terjadi penimbunan barang.
Sosialisasi mengenai jadwal dan titik lokasi pasar murah telah dikoordinasikan secara intensif dengan pihak kelurahan agar informasi tersampaikan kepada ketua RT.
"Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi jadwal pasar murah selengkapnya melalui laman situs web resmi Dinas Perdagangan Kota Samarinda," jelas Eka.
Baca juga: BI Perwakilan Balikpapan bakal lebih sering gelar pasar murah
