Penajam Paser Utara (ANTARA) - Petugas kesehatan Puskesmas Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, memberikan penanganan secara medis terhadap puluhan peserta didik di wilayah setempat yang diduga keracunan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Pemerintah kabupaten akan segara melakukan evaluasi mengundang pihak terkait," ujar Wakil Bupati Abdul Waris Muin di Penajam Paser Utara, Rabu, ketika ditanya menyangkut kejadian menimpa puluhan peserta didik di daerah itu.
Meskipun puluhan peserta didik telah tertangani dengan baik oleh tenaga medis, katanya, kejadian tersebut perlu mendapat evaluasi secara menyeluruh.
Puluhan peserta didik tersebut dibawa ke Puskesmas Waru karena mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas diduga setelah mengonsumsi sejumlah menu MBG, termasuk puding yang menjadi salah satu bagian hidangan.
Ia menyebut kejadian tersebut tidak bisa dianggap sepele terlebih karena langsung menyentuh anak-anak, sehingga harus ada langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Baca juga: Program MBG telah layani belasan ribu peserta didik Kabupaten Penajam
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait dengan sumber pasti penyebab keluhan kesehatan dialami 25 peserta didik penerima manfaat Program MBG tersebut.
"Masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab dari gejala yang dialami peserta didik itu," kata Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru Yayasan Bakti Benuo Taka Mohammad Andi Rizky.
Petugas pemantau kesehatan dan lingkungan melakukan identifikasi kejadian serta mengamankan sampel makanan yang tersisa untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak terkait guna pemeriksaan laboratorium.
Ia menyebu seluruh proses pengadaan bahan baku dan produksi telah melalui tahapan pemeriksaan internal sebelum didistribusikan ke sekolah, tetapi selanjutnya dilakukan pengawasan lebih ketat sambil menunggu hasil resmi pemeriksaan.
Baca juga: Kabupaten Penajam bersama Bank Indonesia jaga MBG dan inflasi
