Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara intensif memperkuat kelembagaan dan kapasitas 98 bank sampah berbasis sosial di Kota Samarinda untuk mendorong kemandirian pengelolaan lingkungan di tingkat tapak.
"Bank sampah bukan sekadar program pengelolaan sampah semata, tetapi merupakan gerakan nyata perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi sirkular yang bernilai tambah," kata Kepala DLH Kaltim Joko Istanto di Samarinda, Kamis.
Penguatan tersebut diarahkan melalui fasilitasi pembentukan kepengurusan baru dalam Forum Bank Sampah Unit se-Kota Samarinda yang akan bekerja untuk periode 2026 hingga 2028.
Joko menegaskan vitalitas forum ini dibutuhkan sebagai wadah koordinasi yang efektif guna menyelaraskan gerak langkah para penggiat lingkungan di ibu kota provinsi.
Kehadiran puluhan perwakilan unit bank sampah dari berbagai kecamatan, kata dia, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terlibat aktif dalam menuntaskan persoalan kebersihan kota secara mandiri.
Baca juga: Penajam optimalkan bank sampah demi kelestarian lingkungan
Momentum pemilihan pengurus ini, lanjutnya, dimanfaatkan Pemprov Kaltim untuk menyuntikkan semangat agar jejaring pengelola sampah bisa lebih solid dalam menghadapi tantangan volume limbah perkotaan yang terus meningkat.
"Kami optimistis pendekatan sirkular yang dijalankan oleh komunitas ini mengurangi beban tempat pembuangan akhir secara signifikan dalam jangka panjang," ujar Joko.
Hasil kesepakatan forum menetapkan Khairil Anwar sebagai Ketua Forum Bank Sampah Unit se-Kota Samarinda untuk masa bakti tiga tahun ke depan.
"Setiap unit bank sampah kini dituntut untuk menjadi garda terdepan yang mengedukasi warga tentang pentingnya memilah sampah langsung dari sumber rumah tangga," ujar Khairil.
Baca juga: Bank Sampah Wanipora Balikpapan kolaborasi dengan ITK atasi sampah
