Berau, Kaltim (ANTARA) - Tim SAR gabungan dari berbagai unsur masih melakukan pencarian terhadap seorang pekerja hilang yang sedang merintis pembuatan jalan dalam hutan di kawasan Kampung Batu Rajang, Kecamatan Segah, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
Korban hilang tersebut bernama Kanisius Sengkam (25 tahun), seorang karyawan PT Aksa yang berdomisili di Camp PT Inhutani, Kilometer 29, Kampung Batu Rajang.
"Peristiwa terjadi saat korban membuka jalan di kawasan hutan yang memiliki medan berat dan akses terbatas pada Jumat 6 Februari," kata Koordinator Unit Siaga SAR Kabupaten Berau Ari Triyanto di Segah, Rabu.
Dari jejak jalan yang ditelusuri, kata dia, pihaknya menemukan bivak (tempat perlindungan sementara) berupa tumbuhan hutan yang dipatah, diduga dilakukan oleh korban. Dengan demikian, lanjutnya, Kanisius Sengkam diduga tidak membawa senjata tajam baik parang, pisau, dan sejenisnya.
Sejak adanya kabar orang hilang dalam hutan pada Senin (9/2) lalu, pihaknya langsung melakukan pencarian. Sedangkan Rabu (11/2) ini merupakan operasi pencarian hari ketiga terhadap Kanisius.
Hari ini, lanjut Ari, pencarian dilakukan mulai pukul 07.15 Wita dengan fokus di sekitar lokasi penemuan bekas bivak korban yang ditemukan pada hari sebelumnya.
Baca juga: Pemulihan ekosistem hutan di IKN dilakukan secara ekologis
Area pencarian ditetapkan dengan radius tiga kilometer atau seluas sekitar 37 km², yang dibagi ke dalam beberapa sektor berdasarkan titik koordinat yang telah ditentukan. Langkah ini dilakukan untuk mempersempit area pencarian di medan hutan yang cukup sulit.
Dalam operasi ini, kata dia, tim SAR gabungan mengerahkan Rescue Car D-Max Basarnas, buldozer milik PT Aksa, ditambah peralatan komunikasi dan medis.
Sedangkan unsur gabungan yang terlibat tersebut antara lain Tim USS Berau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Polsek Segah, pihak perusahaan, serta keluarga korban.
Kendala utama yang dihadapi di lapangan, kata dia, adalah akses menuju lokasi yang hanya dapat ditempuh dengan menggunakan alat berat, ditambah kondisi cuaca hujan.
"Meski demikian tim SAR gabungan tetap berupaya maksimal melanjutkan pencarian. Kami juga mengimbau masyarakat segera melapor apa bila menemukan informasi terkait keberadaan korban," kata Ari.
Baca juga: Kaltim-YKAN konsisten kelola biodiversitas Wehea-Kelay
