Kota Balikpapan (ANTARA) - Sepanjang tahun 2024 Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) menyumbang 68.521 barel minyak per hari (barrel oil per day, BOPD) dari total 571.658 BOPD lifting minyak nasional.
“Atau 12 persen dari lifting minyak nasional,” kata Kepala Perwakilan Satuan Khusus Kerja Minyak dan Gas (SKK Migas) Azhari Azhar di Balikpapan, Jumat.
Sumbangan di sektor gas bahkan lebih besar, yaitu 29 persen dari keseluruhan lifting gas nasional. Dari Kalimantan dan Sulawesi dikeluarkan 1.596 juta standar kaki kubik gas per hari (milion metric standard cubic feet per day, MMSCFD) sebagai bagian dari 5.549 MMSCFD nasional.
Lebih detail Koordinator Operasi SKK Migas Kalsul Damar Setyawan, menyampaikan, bahwa capaian lifting minyak mentah dan kondensat dari Januari-November 2024 yang sebesar 68,5 ribu BOPD tersebut hanya kurang sedikit dari target APBN Wilayah Kalsul yang sebesar 71,1 ribu BOPD atau berhasil mencapai 96,41 persen.
Untuk lifting gas sebesar 1.596 MMSCFD dari target APBN Wilayah Kalsul sebesar 1.611 MMSCFD atau secara persentase sebesar 99,07 persen.
“Harapannya target lifting hingga akhir tahun ini bisa tercapai sehingga Kalsul masih bisa berkontribusi dalam capaian lifting nasional,” kata Damar.
Ia menjelaskan Lifting sendiri adalah istilah untuk menyebut minyak (mentah) atau gas alam yang sudah siap jual. Sebelumnya setelah dikeluarkan dari dalam bumi, minyak atau gas perlu diolah, yaitu dibersihkan dari air, lumpur, pasir, atau berbagai pengotor lainnya yang terbawa. Sering juga minyak perlu distabilkan agar lebih aman dibawa.
Untuk mendapatkan gas alam cair (liquified natural gas) harus dipisahkan gas karbon dioksida dan gas hidrogen sulfida yang dikandungnya.
Setelah bersih, barulah minyak dan gas dapat ditransportasikan atau diserahkan ke titik yang sudah disepakati dengan pembeli.
Menurut Damar, antara Januari–November 2024 melalui fasilitas-fasilitas pemrosesan migas di Kalsul, telah dikapalkan minyak dan gas dengan tanker sebanyak 119 kali, dengan barge (ponton) sebanyak 43 kali, melalui pipa juga sebanyak 43 kali, dan truk sebanyak 1.574 kali.
Pengiriman minyak mentah lewat pipa itu antara lain minyak dari sumur-sumur Pertamina di Murung Pudak, Tanjung, Kalimantan Selatan ke Kilang Pertamina RU V Balikpapan. Melalui truk diantaranya pengiriman gas untuk PLTG Samberah milik PLN di Muara Badak, Kutai Kartanegara, dari LNG Badak di Bontang. LNG Badak juga terminal untuk ekspor.
Lanjut Damar begitu pula North Processing Unit (NPU), South Processing Unit (SPU), dan Terminal Processing Area yang dikelola oleh Pertamina Hulu Mahakam, yang menerima minyak dan gas dari berbagai wilayah kerja di sekitarnya untuk dikapalkan dengan tanker ke pembeli.