Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Selama Januari hingga Desember 2011 (satu tahun), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami inflasi sebesar 6,35 persen, inflasi komulatif 2011 itu lebih rendah ketimbang 2010 sebesar 7,28 persen.
"Dalam kurun waktu 2011 terdapat deflasi (penurunan) pada Mei, Oktober, dan November, masing-masing minus 0,18 persen, minus 0,33 persen, dan minus 0,01 persen," tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Johni Anwar di Samarinda, Selasa.
Dilanjutkan, sembilan bulan lainnya mengalami inflasi (kenaikan harga), yakni dengan inflasi tertinggi terjadi pada Januari 2,00 persen, dan inflasi terendah terjadi pada Mei sebesar 0,12 persen.
Selama 2011, kelompok bahan makanan mengalami inflasi 4,26 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau berinflasi 4,80 persen, perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar 3,28 persen.
Sandang 16,37 persen, kesehatan 9,17 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 4,22 persen, dan kelompok transport serta komunikasi berinflasi 1,85 persen.
Sedangkan khusus pada Desember 2011, daerah itu mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 137,98 pada November menjadi 138,78 pada Desember 2011.
Inflasi terjadi lantaran adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan, yakni kenaikan untuk komoditi bahan makanan sebesar 1,13 persen,"
Dilanjutkan, untuk kelompok komoditi lain yang juga mengalami inflasi adalah, kelompok sandang naik 0,19 persen, kelompok kesehatan naik 0,21 persen.
Berikutnya kelompok perumahan, listrik, air, dan bahan bakar mengalami kenaikan sebesar 0,46 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau naik 0,50 persen, serta kelompok transport dan komunikasi naik 0,36 persen.
Di Kaltim terdapat tiga daerah yang ditunjuk BPS Pusat sebagai kota patokan untuk IHK, yakni Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan.
Jika dirinci menurut kota, maka Samarinda selama Desember mengalami inflasi sebesar 0,57 persen, Balikapapan sebesar 0,26 persen, dan Kota Tarakan mengalami inflasi tertinggi mencapai 1,53 persen. (*)