Balikpapan (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan bekerjasama dengan Bank Indonesia, Bank Kaltimtara dan Pertamina Patra Niaga menggelar pasar murah untuk mencegah inflasi.
"Biasanya harga bahan pokok penting (bapokting) di bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi cenderung mengalami kenaikan, sehingga untuk menstabilkan harga dan ketersediaan barang maka perlu digelar pasar murah," kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo di Balikpapan, Senin (24/2).
Ia mengapresiasi terhadap upaya TPID yang menggandeng beberapa pihak dalam menggelar pasar murah menjelang atau sepekan sebelum memasuki Ramadhan atau bulan puasa ," kata Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo di Balikpapan, Senin (24/2).
Bagus menyebutkan angka inflasi di Kota Balikpapan saat ini berada di 0,75 persen, angka itu masih berada di bawah ambang batas nasional. Angka inflasi nasional yakni sekitar 10 persen. Sementara inflasi di Kota Balikpapan tidak sampai dua digit, yang berarti masih normal.
Kendati demikian, pasar murah tetap digelar seperti di bawah gedung serbaguna Kantor Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, mengingat menjelang Ramadhan kerap terjadi kenaikan harga bapokting.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan Haemusri Umar menambahkan berdasarkan informasi telah terjadi kenaikan harga cabai mencapai Rp70 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga itu disebabkan cuaca, sehingga pasokan terhambat," katanya.
Menurutnya, cabai bisa didapatkan di pasar murah yang dijual seharga Rp5000 dalam kemasan plastik kecil.
Selain cabai, di pasar murah juga menjual beras dengan kualitas premium yang dijual sesuai dengan harga distributor yakni Rp70 ribu untuk ukuran 5 kilogram.
"Kalau di toko atau di pedagang harganya mencapai Rp75.000," sebutnya.
Haemusri mengungkapkan pasar murah juga digelar bersama Pertamina Patra Niaga, menjual gas elpiji 3 kilogram dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Dari Pertamina Patra Niaga menyiapkan sebanyak 560 tabung gas melon untuk didistribusikan selama lima hari, sesuai dengan tenggat waktu digelar pasar murah tersebut yaitu dari 24-28 Februari," jelasnya.
Ia menambahkan mengatakan di pasar murah itu juga disiapkan untuk penukaran tabung gas dari 3 Kilogram ke bright gas atau tabung gas berwarna ping 5 kilogram.
"Bagi yang beruntung pada penukaran itu, bisa mendapatkan hadiah berupa satu unit sepeda motor," tuturnya.
Haemusri berharap, pasar murah yang digelar selain untuk mencegah inflasi, juga bisa meningkatkan daya beli masyarakat dengan sasaran kebutuhan rumah tangga.
"Pelaksanaan pasar murah ini, untuk pertama di tahun 2025, dan kami kembali menggelar di bulan Ramadhan, silahkan dimanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya," katanya.
Wakil Ketua II DPRD Balikpapan Budiono juga memberikan apresiasi dengan digelarnya pasar murah tersebut.
"Ini digelar agar tidak terjadi inflasi di Kota Balikpapan," ujar Budiono.