Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) meluncurkan inovasi Perempuan Kepala Keluarga Berkualitas dan Mandiri (Perkakas Diri) agar perempuan kepala keluarga (Pekka) bisa lebih mandiri.
"Jumlah Pekka di Kabupaten Kukar tergolong tinggi. Berdasarkan data kependudukan pada 2024, Pekka di daerah ini tercatat sebanyak 46.099 kepala keluarga (KK), khusus di Kecamatan Tenggarong sebanyak 2.316 KK," kata Kabid Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemenuhan Hak Anak DP3A Kabupaten Kukar Chalimatus Sa’diah di Tenggarong, Sabtu.
Chalimatus Sa’diah sebagai inisiator program Perkakas Diri ini menjelaskan inovasi ini lahir dari aksi perubahan dalam pendidikan kepemimpinan administrator (PKA) yang telah ia ikuti tahun ini.
Program ini bertujuan mengangkat martabat Pekka dari label janda yang harus berperan ganda, selain sebagai ibu juga merangkap sebagai kepala keluarga.
"Pekka bukan hanya mereka yang bercerai dengan suami, tapi juga perempuan yang harus menggantikan peran sebagai kepala keluarga karena berbagai kondisi, seperti suami sakit-sakitan, meninggal atau bekerja jauh,” ujarnya.
Chalimatus menyebut bahwa DP3A Kabupaten Kukar juga membentuk jejaring kelompok Pekka sebagai wadah saling dukung dan memotivasi, termasuk berbagai pengalaman tentang kemandirian dan ketahanan keluarga.
Terkait dengan kemandirian dari sisi ekonomi, kelompok ini mendapatkan pelatihan sesuai potensi masing-masing, tidak hanya di bidang kuliner, tapi juga tata rias dan keterampilan lainnya.
"Program Perkakas Diri diluncurkan bersama PKK Kukar awal pekan ini. Dalam waktu dekat kami juga akan meluncurkan program Gerai Berkah Pekka Pijar atau Perempuan Inspiratif Jual Asa dan Rasa sebagai sarana pemasaran produk mereka,” ujar Chalimatus.
Ia menjelaskan bahwa Pekka dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok rentan perkawinan anak, Pekka produktif dan kelompok Pekka lansia.
"Sedangkan saat ini DP3A Kukar masih fokus terhadap pembinaan pada Pekka yang masuk kategori produktif, sementara untuk kelompok Pekka lansia diarahkan ke Dinas Sosial Kukar," katanya.
