Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, merealisasikan bonus sembilan unit rumah untuk sembilan orang yang berhasil menjadi juara 1 dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-30 pada 2024 lalu.
Realisasi pembangunan sembilan unit rumah tersebut telah ditunaikan melalui kerja sama dengan PT Cipta Griya Unggul, yakni di Perumahan Grand Teriti Residence, Tenggarong, Kukar.
"Pemberian rumah bagi para juara di berbagi cabang lomba ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah kepada teman-teman yang telah mengharumkan nama Kabupaten Kutai Kartanegara di kancah nasional," kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Rabu.
Program bonus rumah, katanya, bahkan direncanakan terus berlanjut untuk juara MTQ nasional berikutnya, termasuk pada MTQ Nasional ke-31 yang akan digelar di Semarang, Jawa Tengah.
"Untuk bonus rumah sudah kami serahkan pada Senin, dua hari lalu. Sedangkan ke depan, bonus rumah untuk juara MTQ berikutnya berpeluang dikembangkan dalam bentuk klaster perumahan khusus untuk para juara MTQ Nasional," katanya.
Sedangkan jika di kemudian hari peserta menjadi juara lagi namun sudah memiliki rumah dari kemenangan sebelumnya, maka akan disiapkan opsi bentuk apresiasi lain yang tentunya selain rumah.
Saat ini, lanjut bupati, selain memberi apresiasi bagi para juara, Pemkab Kukar juga melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan MTQ, khususnya terkait komposisi anggaran dan besaran hadiah.
Ia menyatakan bahwa ada masukan dan kritik masyarakat terkait besarnya anggaran MTQ di tingkat kabupaten maupun kecamatan yang belum sebanding dengan hadiah yang diterima para juara.
"Anggaran MTQ tingkat kabupaten dapat mencapai kisaran Rp8–11 miliar, sementara di tingkat kecamatan berkisar Rp400–500 juta, namun hadiah untuk para juara pertama pada beberapa cabang masih relatif kecil," katanya.
Ia menyebut bahwa esensi MTQ adalah pembinaan, kaderisasi, dan penghargaan kepada para juara, sehingga ke depan, porsi hadiah harus jauh lebih besar dibandingkan biaya operasional dan kemegahan acara, terlebih ia ingin MTQ benar-benar berorientasi pada prestasi, bukan kemegahan.
Untuk itu ia minta Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar menyiapkan skema anggaran MTQ tahun 2026, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan dengan porsi hadiah yang lebih baik dan proporsional.
