Samarinda (ANTARA) - Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Seno Aji minta penguatan ekosistem transaksi non-tunai agar lebih inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah "Benua Etam".
“Kami ingin transaksi non-tunai di Kaltim tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga merata hingga ke wilayah pelosok. Saat ini perkembangannya sudah sangat positif, namun edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat semakin nyaman berpindah dari tunai ke digital,” ujar Wagub Seno Aji dalam pertemuan audiensi bersama jajaran Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur di Samarinda, Senin
Wagub menekankan bahwa penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih praktis, aman, dan efisien.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen penuh mendukung BI dalam mengedukasi warga mengenai manfaat jangka panjang digitalisasi, termasuk transparansi dalam transaksi ekonomi.
Berdasarkan data terbaru hingga November 2025, tren digitalisasi keuangan di Kaltim memang menunjukkan grafik yang terus menanjak, tercatat pengguna QRIS mencapai 841,6 ribu pengguna, naik dari 832,6 ribu pada bulan sebelumnya.
Sedangkan Merchant QRIS tercatat sebanyak 780,6 ribu merchant telah mengadopsi sistem ini.
Secara keseluruhan, transaksi non-tunai di Kaltim sepanjang tahun 2025 telah menembus angka Rp191,67 triliun.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan memberikan apresiasi tinggi terhadap sinergi Pemprov Kaltim.
Ia mencatat bahwa seluruh pemerintah kabupaten/kota di Kaltim kini telah masuk dalam kategori "Digital" dalam pengelolaan transaksi keuangan pemerintah daerah.
Sebagai langkah konkret selanjutnya, BI Kaltim dijadwalkan menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) di Balikpapan.
Forum ini akan menjadi ajang penyelarasan strategi antara regulator dan pemerintah daerah untuk memastikan infrastruktur digital siap mendukung target pertumbuhan ekonomi tahun 2026.
Baca juga: Bank Indonesia dan OIKN kampanye QRIS dukung ekonomi digital
