Samarinda (ANTARA) - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengajak pengurus Pemuda Tani Indonesia (PTI) Kaltim serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PTI se-Kabupaten dan Kota untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan swasembada pangan pada tahun 2026.
“Kami ingin secara bersama-sama dan kolektif mencapai swasembada pangan pada tahun 2026,” ujar Seno Aji saat menerima audiensi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PTI Kaltim, Akbar Patampo, bersama jajaran pengurus di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin.
Wagub menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim telah bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengembangkan jagung dan komoditas pertanian lainnya.
Namun, ia menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan membutuhkan keterlibatan yang lebih luas, termasuk dari brigade pangan dan petani milenial.
Seno Aji menegaskan harapannya agar PTI, sebagai organisasi kepemudaan nasional, dapat menjadi motor penggerak dan pemimpin di lapangan, terutama dalam meningkatkan produksi padi.
Ia menargetkan panen gabah kering sebanyak 450.000 ton pada tahun 2026. Jika target 60–70 persen tercapai, Kaltim berpotensi menghasilkan 320–330 ribu ton.
“Saat ini panen kita masih berkisar 160–170 ribu ton. Jadi, diperlukan peningkatan hampir 100 persen melalui optimalisasi lahan,” tambah Seno Aji.
Sementara itu, Ketua DPD PTI Kaltim, Akbar Patampo, menyampaikan bahwa PTI telah menjalankan berbagai program untuk mendukung swasembada pangan bersama pihak swasta.
" Kami juga telah memperkuat struktur hingga tingkat kecamatan melalui program Sekolah Tani Muda," jelasnza.
Akbar menambahkan, PTI memiliki delapan program kerja utama dan akan segera menggelar agenda Rakorda untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pembangunan pertanian di Kaltim.(ADV/Diskominfo)
