Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen menjamin akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak veteran melalui skema pembiayaan program Gratispol.
"Pemerintah memiliki program 'Gratispol' dan beasiswa untuk anak-anak veteran, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan," kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Selasa.
Seno menyatakan program ini merupakan wujud apresiasi mendalam kepada keluarga veteran yang telah berkorban mempertahankan kedaulatan wilayah Kalimantan Timur dan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa anak-anak veteran yang menempuh pendidikan tinggi melalui program ini diharapkan kembali untuk mengabdi dan bekerja membangun daerah Kalimantan Timur.
Pernyataan tersebut disampaikan Seno saat menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang dirangkai dengan Musyawarah Daerah Konsolidasi.
"Usia 69 tahun adalah bukti bahwa LVRI tetap eksis dan konsisten menjaga nilai-nilai kejuangan serta nasionalisme di tengah masyarakat," katanya.
Seno menilai penghormatan kepada veteran sejatinya harus diwujudkan dalam kebijakan nyata yang menyentuh kesejahteraan, bukan sekadar kegiatan seremonial belaka.
Pemerintah daerah memandang para veteran sebagai mitra strategis dalam membangun karakter bangsa dan menanamkan patriotisme kepada generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa memasuki 2026 tantangan keuangan dan sosial tidaklah ringan, namun semangat juang veteran diyakini mampu menjadi teladan untuk beradaptasi.
"Kehadiran Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur juga menjadikan peran veteran semakin krusial sebagai penjaga memori kolektif dan penuntun moral bagi pembangunan daerah," papar Seno.
Ia berharap, konsolidasi organisasi melalui musyawarah daerah ini mampu melahirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan ruh perjuangan.
Wagub juga berharap kepengurusan baru LVRI dapat semakin memperkuat persatuan dan bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kalimantan Timur yang maju.
"Keteladanan para pejuang dianggap sebagai sumber pembelajaran yang tidak tergantikan di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi nilai saat ini," demikian Seno.
