Penajam Paser Utara (ANTARA) - Bahan pangan di pasaran Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur terus dipantau guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas kebutuhan bahan pokok di kabupaten setempat terjaga sepanjang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2025 Masehi.

"Pemantauan terus dilakukan untuk pastikan pasokan dan kestabilan harga komoditas bahan pangan di pasaran," ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kukmperindag) Margono Hadisusanto ketika ditanya mengenai komoditas pangan selama bulan puasa di Penajam, Kamis.

Pantauan rutin dilakukan dan hingga kini kondisi harga pangan di pasaran masih terkendali, lanjut dia, dan komoditas cabai mengalami penurunan harga dari kisaran Rp80.000 per kilogram turun menjadi Rp65.000 per kilogram.

Bahan pangan seperti minyak goreng, beras, bawang merah dan bawang putih, serta sayur-sayuran dan komoditas pangan lainnya masih tersedia di pasaran dengan harga stabil.

Kendati saat ini harga kebutuhan bahan pokok masih relatif stabil, tetapi terdapat potensi kenaikan seiring meningkatnya permintaan masyarakat saat Ramadhan, juga menjelang Idul Fitri.

"Harga masih relatif stabil dan persediaan masih cukup aman saat bulan puasa, jika ditemukan kenaikan harga signifikan dilakukan operasi pasar," jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara komitmen menjaga stabilitas harga bahan pangan selama Ramadan hingga perayaan Idul Fitri, salah satunya melalui kegiatan operasi pasar di setiap kecamatan.

Operasi pasar berkolaborasi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), asosiasi pedagang lokal dan penyalur (distributor), kata dia, menyediakan bahan pangan seperti beras, gula pasir, telur, minyak goreng dan lainnya dengan harga lebih rendah dari harga pasar.

Gelaran operasi pasar diawali diadakan di parkiran Masjid Agung Al Ikhlas Kelurahan Nipah-Nipah, Kecamatan Penajam, dengan menyediakan beras SPHP dan premium, gula pasir, minyak goreng dan elpiji subsidi, serta lainnya, demikian Margono Hadisusanto.

Baca juga: Cabai dan daging ayam penyebab kenaikan harga pangan selama Ramadhan



Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026