Samarinda (ANTARA) - Penyaluran kredit oleh perbankan untuk berbagai kegiatan usaha di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari 2026 mencapai Rp201 triliun, didominasi dari serapan modal pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan (transgud).
"Penyaluran kredit pada sebagian besar sektor utama Kaltim tercatat tumbuh positif, terutama sektor transgud yang tumbuh mencapai 32,42 persen (yoy), diikuti oleh konstruksi sebesar 25,38 persen," kata Kepala Bank Indonesia Kaltim Jajang Hermawan di Samarinda, Kamis.
Secara spasial, katanya, sebagian kabupaten/kota di Kaltim turut mencatatkan pertumbuhan positif, diiringi dengan risiko kredit spasial yang terjaga rendah.
Adapun berdasarkan pangsanya, penyaluran kredit di Kaltim sejak tahun 2018 hingga 2026 ini masih terkonsentrasi pada dua kota besar, yakni di Balikpapan dan Samarinda dengan pangsa rata-rata mencapai 50 persen dari total kredit Kaltim.
Ia menyatakan bahwa pertumbuhan kredit sejak triwulan I 2018 hingga triwulan I 2026 di seluruh kabupaten-kota tumbuh positif dengan tingkat risiko yang terjaga.
"Adapun pada Januari 2026, penyaluran kredit di sebagian kabupaten/kota di Kaltim tumbuh positif, dengan pertumbuhan paling tinggi terjadi di Kota Balikpapan sebesar 14,47 persen (yoy)," katanya.
Berdasarkan pangsa, pada Januari 2026 kredit sektoral di provinsi ini masih didominasi oleh sektor pertambangan dan pertanian dengan total pangsa mencapai 36 persen.
"Kredit Kaltim pada Januari 2026 tumbuh sebesar 6,25 persen (yoy), sejalan dengan pertumbuhan yang tinggi pada seluruh kredit berdasarkan jenis penggunaan, yakni lebih dari 6 persen (yoy)," katanya.
Ia menyebut bahwa pertumbuhan kredit Kaltim didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga, sebagaimana diindikasikan oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) rendah yang tercatat 1,38 persen.
Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Kaltim pada Januari 2026 tercatat masih mengalami kontraksi sebesar 7,48 persen (yoy), terutama disebabkan oleh penurunan giro dan deposito yang masing-masing sebesar 18,84 persen dan 9,90 persen (yoy).
"Kredit Kaltim yang senilai Rp201 triliun atau tumbuh 6,25 persen ini, meningkat ketimbang bulan sebelumnya. Namun pertumbuhan ini masih berada di bawah pertumbuhan nasional yang sebesar 9,33 persen (yoy)," katanya.
Baca juga: Perbankan Balikpapan salurkan kredit Rp41,68 triliun sepanjang 2025
