Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memprioritaskan pemeliharaan jalan provinsi guna memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat menjelang arus mudik.
"Dinas PUPR-PERA memprioritaskan pemeliharaan jalan provinsi yang menjadi jalur utama arus mudik bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda di Samarinda, Kamis.
Pihaknya telah merumuskan berbagai upaya untuk memastikan infrastruktur jalan dalam kondisi prima saat volume kendaraan pemudik melonjak.
Penanganan jalan berlubang dieksekusi secara cepat melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Infrastruktur Pekerjaan Umum Wilayah I, II, dan III.
Disampaikan Firnanda, Ketiga UPTD tersebut merupakan ujung tombak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan rutin jalan, jembatan, sumber daya air, serta cipta karya di seluruh kabupaten dan kota.
"Setiap unit kerja telah dilengkapi dengan struktur Sub Bagian Tata Usaha dan Seksi Teknis untuk memastikan penanganan infrastruktur berjalan optimal," katanya.
UPTD Wilayah I fokus menangani perbaikan jalan pemudik di kawasan Kota Balikpapan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Selanjutnya untuk UPTD Wilayah II memelihara jalur mudik di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat, hingga Kabupaten Mahakam Ulu.
Baca juga: 70 bus Kaltim-Kalsel disiapkan hadapi arus mudik
Sementara itu wilayah utara Kalimantan Timur yang mencakup Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang menjadi area tanggung jawab UPTD Wilayah III.
"Tim di lapangan saat ini terus mendata seluruh titik lubang di jalan provinsi untuk segera diperbaiki sebelum puncak arus mudik tiba," kata Firnanda.
Perbaikan ini sangat diharapkan dapat menekan tingkat kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat kerusakan infrastruktur.
Peralatan berat yang dibutuhkan untuk menunjang kelancaran perbaikan jalan sudah tersedia lengkap dan siap dioperasikan oleh masing-masing UPTD jika terdapat insiden kerusakan yang mengganggu arus mudik.
Selain perbaikan fisik infrastruktur, persiapan arus mudik ini juga dimatangkan melalui rapat koordinasi lima pilar keselamatan lalu lintas, antara Dinas PUPR, Kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), pihak asuransi Jasa Raharja, serta Dinas Kesehatan.
Pembentukan posko-posko mudik di sepanjang jalur rawan juga akan disinergikan secara langsung dengan Satuan Lalu Lintas kepolisian dan Dishub setempat.
"Ruas-ruas jalan provinsi yang kondisinya sudah mantap terus dijaga kualitasnya agar tidak mengalami kerusakan mendadak saat dilintasi ribuan kendaraan," ucap Firnanda.
UPTD juga bertugas menyiagakan serta menampung alat berat di titik-titik krusial untuk segera turun tangan apabila ditemukan ruas jalan yang tiba-tiba tidak mantap.
Baca juga: Dua terminal Samarinda tingkatkan fasilitas hadapi Lebaran
