Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf) melalui Program Stimulus Komunitas Kreatif, ditujukan untuk memberikan ruang kepada insan kreatif melalui bantuan Rp100 juta bagi komunitas yang lolos kurasi.
Hal ini dilakukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekraf yang tersebar di 20 kecamatan, memperkuat kolaborasi komunitas kreatif, serta untuk menciptakan ekosistem kreatif yang produktif dan mandiri.
"Sejak 2025 Pemkab Kukar membangun ekosistem ekraf yang produktif dengan bantuan stimulus Rp100 juta rupiah bagi komunitas ekraf," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono di Tenggarong, Kamis.
Kemudian diikuti dengan mengoptimalkan fasilitas gedung ekraf secara gratis untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, peningkatan keterampilan, fasilitasi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), sebagai wadah membangun jaringan kemitraan dan pertunjukan yang diselenggarakan secara kolaboratif.
Stimulus ini merupakan salah satu dari program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar, diantaranya untuk penguatan ekonomi, ketahanan pangan, dan penguatan pariwisata sebagai salah satu langkah transformasi dari ekonomi yang bergantung pada pertambangan menjadi ekonomi yang dapat diperbarui.
Sementara itu, berdasarkan hasil inventarisasi, data UMKM di Kukar hingga November 2025 mencapai 40.431 UMKM yang tersebar di 20 Kecamatan baik di sektor industri, perdagangan, dan jasa, baik yang bergerak di segmen hulu, tengah atau pengolahan, dan hilir atau pemasaran dan penjualan.
"Ini sesuai dengan visi dan misi Pemkab Kukar, terutama pada misi kedua, bahwa penguatan program pemberdayaan dan pengembangan UMKM menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk lebih meningkatkan daya saing dan nilai jual komoditas pada sektor usaha non-ekstraktif," kata Sunggono.
Sebelumnya, saat membuka Expo UMKM Merah Putih di Sangasanga yang digelar sepekan pada 26 Januari - 1 Februari 2026, ia juga menekankan pentingnya penguatan produksi, pemasaran, dan rantai pasok produk UMKM melalui kerja sama dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Sedangkan sebagai bagian dari komitmen mengembangkan ekraf yang mencakup 17 subsektor usaha, beberapa program yang telah dicanangkan oleh Pemkab Kukar terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan UMKM, diantaranya adalah program Inkubasi Bisnis melalui Klinik UMKM di setiap kecamatan.
Sebanyak 17 subsektor ekraf itu adalah aplikasi, game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fesyen, film, animasi, video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televisi dan radio.
