Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat memperkuat peran usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lewat bantuan modal penting berupa gerobak motor, agar jangkauan usaha mereka bisa luas.
"Bantuan yang telah diberikan kepada 20 pelaku UMKM tersebut merupakan program kerja sama antara Pemkab Kukar dengan Baznas Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Baznas Kukar," ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, Rabu.
Sebanyak 20 unit grobak motor bagi 20 pelaku usaha UMKM di Kukar tersebut kini telah dimanfaatkan untuk jualan berbagai jenis aneka kuliner sesuai dengan keterampilan masing-masing, sejak diserahkan kepada penerima.
Selain bantuan modal berupa gerobak motor tersebut, selama ini Pemkab Kukar dengan Baznas juga telah banyak memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu seperti bedah rumah, santunan, dan bantuan ternak bagi warga Kukar.
Melalui bantuan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran yang tercatat 4,4 persen atau 17.000 jiwa, untuk menurunkan angka kemiskinan yang kini tercatat 6,72 persen (tanpa kemiskinan ekstrem), sehingga kesejahteraan mereka bisa terangkat.
Sebagai upaya menumbuhkan hingga mengembangkan UMKM, Pemkab Kukar pun telah mencanangkan berbagai program unggulan seperti program inkubasi bisnis melalui Klinik UMKM yang ada di setiap kecamatan (20 kecamatan).
Ada pula program Kredit Kukar Idaman Terbaik, yakni program untuk memfasilitasi kebutuhan akses permodalan bagi pelaku UMKM di Kukar dengan bunga nol persen, bekerja sama dengan Bank Kaltimtara dengan plafon kredit sampai Rp500 Juta.
Upaya lain yang terus didorong adalah pengembangan hilirisasi berupa olahan produk hasil pertanian berdasarkan potensi wilayah, sebagai langkah mendukung kawasan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat, sebagai langkah transformasi dari industri ekstraktif ke non-ekstraktif.
"Selama ini Kukar masih bergantung pada industri ekstraktif seperti batu bara dan migas, sehingga kami terus mendorong hilirisasi produk, penguatan UMKM, pertanian dalam arti luas, hingga pengembangan pariwisata agar ekonomi non-ekstraktif di Kukar terus menguat," kata Aulia.
