Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, mengajak jamaah menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban Islam melalui beragam kreativitas agar bisa menjadi contoh bagi dunia.

"Masjid memiliki peran penting dan strategis dalam membangun umat tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual baik shalat maupun iktikaf, tetapi juga untuk membangun peradaban Islam," kata Asisten III Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Dafip Haryanto di Tenggarong, Senin.

Ia menjelaskan masjid bisa menjadi pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, zakat, infak, sedekah, wakaf, serta wadah penguatan solidaritas sosial, sehingga berbagai persoalan sosial bisa didiskusikan di masjid.

Selain itu, katanya, masjid berfungsi membentuk karakter masyarakat, sarana musyawarah, dan penyebar ilmu, yakni meniru fungsi masjid di zaman Rasulullah SAW sebagai fondasi peradaban.

"Kami berharap dan mengajak kepada seluruh pengurus masjid dapat menjalankan peran dan fungsi penting masjid sebagai pusat peradaban Islam dengan baik dan bisa sejalan dengan program pemerintah daerah," kata dia.

Ia mengatakan saat ini salah satu program kerja Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kukar melakukan seleksi dan pembinaan masjid percontohan daerah pada tiga zona, yakni zona hulu, tengah, dan pesisir.

Pada Jumat (27/2), saat buka puasa bersama di Masjid Besar Daarul Muthmainnah Tenggarong, ia mendorong pengurus dan jamaah menjadikan masjid tersebut sebagai rujukan dan percontohan bagi masjid-masjid lain di Kukar sebagai pusat beragam aktivitas.

Ia menjelaskan Pemkab Kukar tidak dapat bekerja sendiri dalam pembangunan, termasuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, sehingga dibutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, terutama dalam mewujudkan visi "Kukar Idaman Terbaik".

Untuk itu, telah disusun lima misi dan 17 program prioritas berupa "Dedikasi Kukar Idaman Terbaik", yakni semua aspek pembangunan terangkum dalam kebijakan pembangunan Kabupaten Kukar yang tertuang dalam RPJMD periode 2025-2029.

"Pendekatan pembangunan Kukar dilakukan secara komprehensif dan holistik. Fokus kita bukan hanya dari aspek pembangunan fisik, namun juga dari aspek penyiapan SDM unggul dan memiliki daya saing," katanya.

Baca juga: Teladan ulama, mengubah pusat maksiat jadi poros ibadah tertua Samarinda



Pewarta: M.Ghofar
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026