Tenggarong, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, berhasil mengembangkan pertanian berbasis kawasan kopi, salah satu yang telah merambah pasar nasional hingga global adalah produksi kopi Desa Prangat Baru, Kecamatan Marang Kayu.
"Sejak lama Pemkab Kukar mengembangkan pertanian berbasis kawasan, ada kawasan tanaman pangan, karet, hortikultura, dan lainnya, disesuaikan dengan potensi desa atau kecamatan masing-masing," kata Sekda Kukar Sunggono di Tenggarong, Senin.
Luas lahan kopi yang dikembangkan warga Prangat Baru mencapai 35 hektare. Sedangkan produk olahan kopi saat ini sudah menyasar pasar lebih luas, bukan hanya untuk warga Kukar, tapi juga sejumlah hotel berbintang di Samarinda dan sekitarnya seperti Hotel Mercure dan Ibis, bahkan hingga pasar ekspor, khususnya produk kopi luwak.
Harga jual kopi luwak pun fantastis, yakni di kisaran Rp4,2 juta per kilogram untuk mereka yang datang langsung ke lokasi, sedangkan untuk pasar ekspor di kisaran Rp5 juta per kilogram.
Saat mendampingi Kunjungan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji meninjau Pembangunan Rest Area di Desa Prangat Baru pada Minggu (25/5), Sunggono juga mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen tinggi mengembangkan pertanian berbasis kawasan agar lebih fokus dalam meningkatkan produksi dan menyejahterakan masyarakat.
“Lokasi Kebun Kopi Luwak di Prangat Baru, sebelumnya telah 15 kali dikunjungi Bupati Kukar Edi Damansyah, mulai belum ada apa-apa hingga disambut semangat warga dan petani, sehingga terwujud kebun kopi dengan dukungan pemkab dan dibina Pertamina Hulu Kaltim,” katanya.
Untuk mendorong pengembangannya, Pemkab Kukar juga telah mengadakan lomba meracik kopi dan mendapat atensi nasional, bahkan dari SMK 2 Sebulu, Kabupaten Kukar, juga telah mengajarkan tentang agribisnis kopi.
Ia berharap ke depan mendapat dukungan dari Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) agar lebih kawasan tersebut berkembang luas, yakni selain di sektor hortikultura secara umum juga komoditas kopi mulai hulu hingga hilir, mulai budidaya hingga jaringan pasar.
Rest Area dengan nama "Odah Singgah" di Desa Prangat Baru tersebut merupakan tempat strategis untuk istirahat bagi sopir maupun penumpang yang melakukan perjalanan jauh, sehingga sejumlah kios di lokasi itu akan ramai dikunjungi untuk istirahat maupun untuk berwisata kebun.
Hal ini tentu menjadi peluang usaha bagi warga desa dan sekitarnya, karena lokasi rest area berada di pertengahan jalur Samarinda - Bontang, sehingga mereka yang melakukan perjalanan dari Samarinda, Bontang, Kutai Timur, Berau maupun sebaliknya, bisa melepas lelah di lokasi tersebut.
