Samarinda (ANTARA News Kaltim) - Produksi industri manufaktur (pengolahan) di Kaltim pada 2011 mengalami perkembangan cukup menggembirakan karena tumbuh 5,56 persen ketimbang tahun sebelumnya, baik untuk industri yang berskala besar maupun sedang.
"Jika dirinci per triwulan, maka pada triwulan I produksinya tumbuh 2,95 persen, triwulan II 3,09 persen, triwulan III 5,69 persen, dan triwulan IV tumbuh 6,02 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Johny Anwar di Samarinda, Selasa.
Dikatakan, pertumbuhan produksi industri manufaktur tertinggi sepanjang 2011 terjadi pada subsektor industri logam dasar yang tumbuh mencapai 16,26 persen, disusul produksi dari industri kendaraan bermotor sebesar 14,85 persen.
Produksi industri manufaktur terbanyak urutan ketiga adalah industri kimia dan barang-barang dari kimia yang tumbuh 11,93 persen, disusul mesin dan listrik tumbuh11,42 persen, kemudian industri kulit dan barang dari kulit tumbuh 10,28 persen.
Di sisi lain, ada juga produksi industri pengolahan yang mengalami penurunan, yakni karet dan barang dari karet tumbuh minus 8,57 persen, disusul industri kayu dan barang dari kayu tumbuh minus 4,17 persen, serta industri penerbitan atau percetakan minus 0,75 persen.
Dilanjutkan, industri pengolahan di Kaltim tersebar di 14 kabupaten dan kota dengan berbagai jenis bidang usaha, mulai dari industri makanan, minuman hingga peralatan komputer.
Namun ada beberapa wilayah yang menjadi kantong produksi dari kegiatan industri tersebut, misalnya Samarinda dengan industri kayu, Bontang dengan industri kimia, Kutai Kartanegara, Paser, dan Kutai Timur dengan industri Crude Palm Oil (CPO).
Secara kumulatif, katanya, pertumbuhan industri manufaktur di Kaltim meningkat positif, tetapi pertumbuhan triwulan IV 2011 terhadap triwulan yang sama 2010, tercatat negatif atau mengalami penurunan produksi sebesar 0,49 persen.
Terjadinya sedikit penurunan ini disebabkan kurangnya pasokan bahan baku untuk industri perkayuan dan barang-barang dari kayu, termasuk barang-barang anyaman yang semakin langka.
Sementara itu, pertumbuhan Industri Kecil dan Mikro di Kaltim pada triwulan IV 2011 terhadap triwulan III 2011, secara umum mengalami peningkatan 2,57 persen.
Terdapat lima jenis Industri Kecil dan Mikro yang secara kumulatif memberikan andil cukup besar dalam pertumbuhannya, yakni industri minuman, industri pakaian jadi, industri percetakan, reproduksi rekaman, industri karet dan barang dari karet atau plastik. (*)
