Penajam Paser Utara (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menyebutkan angka kasus malaria yang tercatat di pusat-pusat pelayanan kesehatan (puskesmas) mengalami penurunan cukup signifikan pada 2025.
"Pemerintah kabupaten berhasil turunkan kasus malaria pada 2025, sehingga kini masuk dalam daerah zona hijau malaria," ujar Fungsional Entomologi Dinkes Penajam Paser Utara Ponco Waluyo di Penajam, Selasa.
Langkah-langkah pengentasan malaria yang dilakukan, kata dia, antara lain dengan membagikan kelambu insektisida antimalaria, terutama di wilayah endemis malaria, melalui masing-masing puskesmas yang berada di wilayah endemis.
"Juga menyebarkan kader kesehatan untuk memantau langsung di wilayah terpencil atau pelosok, serta pembagian obat antimalaria," tambahnya.
Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara menemukan 1.315 kasus malaria sepanjang 2023, kemudian terdata mengalami penurunan menjadi 558 kasus selama tahun 2024, dan pada tahun 2025 turun lebih dari 50 persen menjadi 169 kasus.
Karena itu, kata dia, Kabupaten Penajam Paser Utara masuk zona hijau dari sebelumnya zona kuning malaria.
Dari laporan pada 2025, lanjutnya, kasus malaria paling banyak ditangani Puskesmas Sotek,yakni 86 kasus dan di wilayah Kecamatan Sepaku sebanyak 36 kasus. Sisanya di wilayah Kecamatan Babulu, Kecamatan Waru, dan sebagian wilayah Kecamatan Penajam.
Kasus malaria tercatat hanya 25 persen penularan terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan 75 persen terdata penularan malaria terjadi di luar kabupaten setempat, terutama yang penduduknya bekerja sektor perkebunan dan kehutanan.
Penularan malaria banyak terjadi di wilayah perbatasan antara Kabupaten Penajam Paser Utara-Kabupaten Paser, serta Kabupaten Penajam Paser Utara-Kabupaten Kutai Barat. Namun, kata dia, berhasil ditangani puskesmas di Kabupaten Penajam Paser Utara.
