Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengatur langkah menekan timbulan atau tumpukan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buluminung di Kelurahan Buluminung, Kecamatan Penajam.
"Pemerintah kabupaten berupaya mengurangi tumpukan sampah yang dibuang ke TPA," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana di Penajam, Selasa.
Sejumlah langkah telah dilakukan, kata dia, antara lain dengan pembentukan bank sampah yang memberdayakan masyarakat luas. Saat ini sudah terbentuk 200 bank sampah dengan 448 orang nasabah yang tersebar di empat kecamatan dan bakal terus ditambah.
Kemudian melalui pemilahan sampah sejak dari sumber atau hulu yakni rumah tangga. Ia mengatakan pemilahan sampah dari hulu penting untuk mengurangi beban pengangkutan dan pengolahan sampah di tingkat akhir.
Langkah tersebut, lanjutnya, dibarengi dengan pengajuan penambahan personel dan armada pengangkut sampah, seperti motor roda tiga untuk melakukan pengambilan sampah secara langsung dari masyarakat.
Pemkab Penajam Paser Utara juga merencanakan melakukan peningkatan sistem pengelolaan sampah dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), guna memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber, terutama di wilayah kecamatan.
Direncanakan, kata dia, TPS3R dibangun di Kecamatan Waru dan Babulu.
Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di Kecamatan Sepaku, menurutnya, ikut menyumbang peningkatan produksi sampah hingga 100 persen dari 2022 ke 2023 dan dari 2023 ke 2024 juga tercatat meningkat sekitar 100 persen.
"Produksi sampah kini tercatat kisaran 100 ton per hari, termasuk menangani sampah di sekitar kawasan IKN," kata Safwana.
Pengolahan sampah pada 2024 sudah mencapai 70 persen dan 30 persen sampah dibuang ke TPA. Pada 2025 pengurangan sampah yang dibuang ke TPA, kata dia, ditargetkan sekitar 28 persen dengan pengolahan mencapai 72 persen.
Safwana mengatakan TPA Buluminung menampung sekitar 50 hingga 60 ton sampah per hari dan telah menampung ribuan ton sampah sejak dioperasikan pada 2014.
