Mahakam Ulu (ANTARA) - Pembangunan Bandar Udara Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur kini telah mencapai progres 89 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada Januari ini untuk diresmikan pada Februari 2026.
Saat meninjau lokasi proyek di Kecamatan Long Bagun, Rabu Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyatakan bahwa infrastruktur utama telah siap digunakan.
"Bandara terus berprogres. Runway sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter sudah selesai dibangun," ujarnya.
Selama ini, lanjut Rudy, akses menuju Mahakam Ulu merupakan tantangan besar. Perjalanan dari ibu kota provinsi, Samarinda, memerlukan waktu 13 hingga 16 jam melalui jalur darat atau sungai, bahkan bisa lebih lama saat cuaca buruk.
Kehadiran bandara ini menjadi solusi krusial untuk memutus isolasi geografis di wilayah perbatasan tersebut.
Rudy menegaskan bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen penuh dalam pembangunan infrastruktur di kawasan terpencil dan terluar.
Kolaborasi dengan Pemkab Mahakam Ulu diharapkan mampu membuka potensi sumber daya alam, pariwisata, dan sentra ekonomi baru.
"Bandara ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menikmati keindahan alam Mahakam Ulu, sekaligus menarik minat investor untuk masuk ke sini," tambahnya.
Rudy mengungkapkan, pembangunan bandara telah dikerjakan oleh PT Awal - Kiesha KSO dan didukung oleh alokasi anggaran APBD Kaltim tahun 2025 sebesar Rp43 miliar.
Saat ini, berbagai fasilitas pendukung telah berdiri kokoh, di antaranya Terminal Penumpang, Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU), Rumah Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Rumah Genset dan Rumah Pompa.
Gubernur menargetkan peresmian dilakukan pada awal Februari mendatang, sembari menunggu izin operasional dari Kementerian Perhubungan.
"Awal Februari kita akan resmikan. Selanjutnya, kita tinggal menunggu izin operasional dari pemerintah pusat agar bandara ini segera melayani penerbangan perintis di tahun 2026," jelas Rudy Mas'ud.
Kehadiran Bandara Mahulu diharapkan tidak hanya menjadi tulang punggung transportasi udara, tetapi juga mempercepat pemerataan pelayanan publik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah jantung Kalimantan.
