Balikpapan (ANTARA) - PT Pegadaian Kantor Wilayah (Kanwil) IV Balikpapan semakin gencar mengoptimalkan layanan berbasis aplikasi digital untuk memfasilitasi lonjakan minat investasi emas yang didominasi oleh generasi Z di wilayah Kalimantan.
"Pegadaian Kanwil IV Balikpapan terus mendorong pemanfaatan layanan digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian sebagai solusi investasi emas yang mudah diakses, fleksibel, dan sesuai dengan karakter generasi muda yang dinamis," kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil IV Balikpapan Rinaldi Lubis di Balikpapan, Rabu.
Rinaldi menyebutkan bahwa fenomena dominasi anak muda dalam pertumbuhan Tabungan Emas saat ini menjadi bukti konkret kematangan pengelolaan keuangan mereka yang sudah terbentuk sejak usia dini.
Secara nasional, data internal perusahaan mencatatkan pertumbuhan nasabah dari kelompok usia kelahiran 1997–2007 ini melesat tajam hingga mencapai 116 persen secara tahunan (Year-on-Year) sepanjang tahun 2025.
"Angka pertumbuhan yang fantastis tersebut tercatat jauh melampaui capaian kelompok Milenial yang hanya tumbuh sebesar 49 persen, maupun generasi sebelumnya seperti Gen X dan Baby Boomer," jelas Rinaldi.
Hingga akhir tahun 2025, total pengguna produk Tabungan Emas Pegadaian di seluruh Indonesia telah menyentuh angka 4,85 juta nasabah berkat dorongan demografi muda tersebut.
Lonjakan partisipasi kaum muda ini tidak terlepas dari upaya transformasi teknologi perusahaan yang menghadirkan aksesibilitas tanpa batas bagi pengguna ponsel pintar yang menginginkan kecepatan.
Proses pembukaan akun investasi hingga pembelian emas kini dapat diselesaikan secara waktu nyata (real-time) hanya dalam hitungan menit tanpa prosedur administrasi yang berbelit.
Karakteristik Gen Z yang sangat menyukai efisiensi atau gaya hidup sat-set sangat terbantu oleh fitur transaksi instan dan otomatisasi yang memungkinkan mereka menabung emas secara konsisten.
Kepala Divisi Bisnis Bullion PT Pegadaian Kadek Eva Suputra dalam keterangan tertulisnya menilai perubahan ini mencerminkan pergeseran paradigma investasi di Indonesia dari sekadar penonton menjadi pelaku aktif.
"Generasi muda kini lebih cerdas memilih emas karena sifatnya sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang dikemas secara modern melalui platform digital yang mereka gunakan sehari-hari," ujarnya.
Selain penyediaan infrastruktur digital yang mumpuni, peningkatan jumlah investor muda ini juga merupakan buah dari masifnya konten edukasi finansial melalui berbagai platform media sosial.
Tingkat literasi keuangan yang membaik membuat Gen Z lebih proaktif dalam menyiapkan dana darurat serta melakukan perencanaan jangka panjang demi menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Rinaldi menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya berfokus pada penjualan produk semata, tetapi juga aktif turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi literasi keuangan dan kolaborasi komunitas.
Upaya edukasi dan digitalisasi tersebut dilakukan secara berkelanjutan demi mencetak generasi yang mandiri secara finansial dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi menyediakan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah.
"Transformasi digital yang dilakukan perusahaan diharapkan mampu menjawab kebutuhan lintas generasi sekaligus menjembatani akses masyarakat muda menuju kemandirian finansial yang lebih kuat," demikian Kadek.
