Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) untuk memperkuat evaluasi program demi mencapai target penurunan angka stunting menjadi 14 persen pada akhir 2025.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Rabu, menyatakan kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara FK UMKT dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Kaltim.
"Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah ini penting agar langkah-langkah penanggulangan stunting lebih terarah dan terukur," ujar Jaya.
Menurutnya, penanganan stunting merupakan prioritas utama karena tidak hanya menyangkut masalah kesehatan, tetapi juga masa depan bangsa.
Anak yang mengalami stunting, lanjutnya, berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang, rendahnya kecerdasan, serta lebih rentan terhadap penyakit, yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia pada masa depan.
Melalui kerja sama ini, kata dia, Pemprov Kaltim berharap keunggulan UMKT dalam kajian stunting dapat memberikan pendampingan akademik untuk memperkaya strategi penanganan di lapangan.
"Keterlibatan universitas diharapkan dapat memperkuat basis data, mendorong inovasi intervensi, dan memastikan program percepatan penurunan stunting berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," jelasnya.
Jaya menambahkan Pemprov Kaltim telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 22,2 persen pada 2024 dan optimistis target 14 persen pada 2025 dapat tercapai.
Untuk itu pihaknya terus memperkuat berbagai program, seperti memperluas intervensi gizi, memastikan pemanfaatan data berdasarkan nama dan alamat agar bantuan tepat sasaran, serta mengandalkan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebagai ujung tombak di lapangan.
Selain itu program ketahanan keluarga, seperti Bina Keluarga Balita (BKB) dan pemberdayaan ekonomi keluarga, juga terus diperkuat untuk menyentuh akar persoalan secara komprehensif.
"Upaya ini sejalan dengan visi Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas, di mana penyiapan sumber daya manusia yang sehat dan cerdas sejak dini menjadi fondasi utama pembangunan daerah dan nasional," kata Jaya.
