Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkatkan layanan medis bagi masyarakat di kawasan pedalaman dan pesisir melalui penyediaan armada ambulans terapung yang mampu menembus wilayah dengan keterbatasan akses darat.
"Ambulans terapung dapat mengoptimalkan layanan kesehatan di wilayah Kaltim, terutama di daerah yang hanya bisa dijangkau melalui air sungai atau lautan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Jumat.
Pemerintah provinsi mendorong daerah yang membutuhkan fasilitas tersebut untuk segera mengajukan usulan, seperti Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang baru saja menerima bantuan satu unit ambulans air senilai Rp1,7 miliar dari Gubernur Kaltim.
Jaya menjelaskan bahwa aset yang diserahkan tersebut operasionalnya ditanggung sepenuhnya kepada pemerintah daerah masing-masing untuk dikelola secara mandiri demi melayani warga setempat.
"Kami juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya karena pelayanan menggunakan ambulans terapung ini juga termasuk dalam jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan," kata Jaya.
Keberadaan armada transportasi medis khusus ini dinilai tetap sangat vital di Mahulu, meskipun saat ini telah ada peresmian akses jalan darat dari kawasan Tering menuju Ujuh Bilang yang mempercepat waktu tempuh.
Menurut Jaya, kondisi infrastruktur jalan penghubung dari Ujung Bilang menuju Long Apari masih belum memadai, sehingga ambulans air menjadi satu-satunya opsi tercepat dan teraman untuk evakuasi pasien.
"Fasilitas ini sangat dibutuhkan untuk menunjang sistem rujukan dan pelayanan kesehatan primer di daerah kategori terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang memiliki karakteristik geografis sungai dan kepulauan," ungkap Jaya.
Pihaknya juga memetakan daerah terluar lain yang berpotensi dibantu, seperti kawasan wisata kepulauan Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau.
Sebelumnya, penyerahan ambulans terapung kepada Pemkab Mahulu tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Pelabuhan Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu pada Rabu (7/1), sebagai bagian dari strategi memperkuat layanan dasar di wilayah hulu Sungai Mahakam.
