• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Kamis, 15 Januari 2026
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya

      KPK panggil istri Bupati Lampung Tengah nonaktif Ardito Wijaya

      Rabu, 14 Januari 2026 14:07

      Menkeu evaluasi pegawai pajak, dari rotasi hingga dirumahkan jadi opsi

      Menkeu evaluasi pegawai pajak, dari rotasi hingga dirumahkan jadi opsi

      Rabu, 14 Januari 2026 10:48

      Komisi II:  Kunjungan Presiden Prabowo  ke IKN merupakan pesan politik

      Komisi II: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN merupakan pesan politik

      Selasa, 13 Januari 2026 14:45

      Prabowo terkesan istilah "Pertamina Wira" tunjukkan semangat kesatria

      Prabowo terkesan istilah "Pertamina Wira" tunjukkan semangat kesatria

      Senin, 12 Januari 2026 20:51

      Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

      Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

      Senin, 12 Januari 2026 20:14

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      Kabupaten Penajam manfaatkan pamsimas layani air bersih warga

      Kabupaten Penajam manfaatkan pamsimas layani air bersih warga

      Rabu, 14 Januari 2026 14:10

      Kabupaten Penajam mulai bangun gerai dan gudang Koperasi Merah Putih

      Kabupaten Penajam mulai bangun gerai dan gudang Koperasi Merah Putih

      Rabu, 14 Januari 2026 13:22

      Kabupaten Penajam revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang IKN

      Kabupaten Penajam revitalisasi pelabuhan sebagai pintu gerbang IKN

      Rabu, 14 Januari 2026 10:42

      Kabupaten Penajam fokus perluas layanan air bersih di wilayah pesisir

      Kabupaten Penajam fokus perluas layanan air bersih di wilayah pesisir

      Senin, 12 Januari 2026 11:08

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Selasa, 23 Desember 2025 13:22

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Sabtu, 6 Desember 2025 6:59

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Jumat, 31 Oktober 2025 16:20

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Selasa, 28 Oktober 2025 13:32

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Sabtu, 13 Desember 2025 13:33

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 19:24

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 10:18

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Rabu, 3 Desember 2025 12:00

      DPK Kaltim beri ruang pengembangan bagi penulis local

      DPK Kaltim beri ruang pengembangan bagi penulis local

      Rabu, 14 Januari 2026 16:42

      Disdukcapil Kaltim ajak warga aktivasi IKD permudah layanan

      Disdukcapil Kaltim ajak warga aktivasi IKD permudah layanan

      Rabu, 14 Januari 2026 16:35

      Dinas ESDM Kaltim jaga kepatuhan kerja perusahaan tambang

      Dinas ESDM Kaltim jaga kepatuhan kerja perusahaan tambang

      Rabu, 14 Januari 2026 10:45

      DPK Kaltim perkuat kompetensi arsiparis optimalisasi aplikasi Srikandi

      DPK Kaltim perkuat kompetensi arsiparis optimalisasi aplikasi Srikandi

      Rabu, 14 Januari 2026 10:40

      Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

      Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

      Senin, 12 Januari 2026 20:46

      BMKG: Waspada hujan di Kaltim utara dan barat pada 11-20 Januari

      BMKG: Waspada hujan di Kaltim utara dan barat pada 11-20 Januari

      Senin, 12 Januari 2026 10:40

      BMKG ajak warga Kaltim waspadai dampak puncak musim hujan Januari

      BMKG ajak warga Kaltim waspadai dampak puncak musim hujan Januari

      Jumat, 9 Januari 2026 10:31

      Bandara Sepinggan layani 360.328 penumpang periode Natal-tahun baru

      Bandara Sepinggan layani 360.328 penumpang periode Natal-tahun baru

      Selasa, 6 Januari 2026 14:15

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Penajam optimistis Bandara Internasional Nusantara tumbuhkan ekonomi

      Penajam optimistis Bandara Internasional Nusantara tumbuhkan ekonomi

      Rabu, 14 Januari 2026 14:01

      Pegadaian Kaltim: Tren berhemat percepat kepemilikan aset masa depan

      Pegadaian Kaltim: Tren berhemat percepat kepemilikan aset masa depan

      Selasa, 13 Januari 2026 17:41

      Kaltim optimalkan pemetaan potensi industri lewat sistem digital

      Kaltim optimalkan pemetaan potensi industri lewat sistem digital

      Selasa, 13 Januari 2026 10:11

      Investasi sektor pertanian ke Kaltim mencapai Rp8,97 triliun

      Investasi sektor pertanian ke Kaltim mencapai Rp8,97 triliun

      Selasa, 13 Januari 2026 10:04

      Peningkatan kapasitas kilang Balikpapan sebesar Rp123 Triliun

      Peningkatan kapasitas kilang Balikpapan sebesar Rp123 Triliun

      Senin, 12 Januari 2026 23:44

  • Olahraga
    • Persiba kalah beruntun, manajemen akhiri kontrak pelatih Nasuha

      Persiba kalah beruntun, manajemen akhiri kontrak pelatih Nasuha

      Rabu, 14 Januari 2026 16:16

      Orado Kaltim pacu profesionalisme domino dukung industri olahraga

      Orado Kaltim pacu profesionalisme domino dukung industri olahraga

      Jumat, 9 Januari 2026 12:40

      Tujuh medali SEA Games 2025 bawa Martina terima bonus Rp3,4 miliar

      Tujuh medali SEA Games 2025 bawa Martina terima bonus Rp3,4 miliar

      Kamis, 8 Januari 2026 20:55

      Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia berjuang di babak kedua

      Jadwal Malaysia Open: Lima wakil Indonesia berjuang di babak kedua

      Kamis, 8 Januari 2026 9:48

      Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

      Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

      Minggu, 4 Januari 2026 16:32

  • Umum
    • BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      Minggu, 4 Januari 2026 7:21

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Minggu, 4 Januari 2026 7:20

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Minggu, 4 Januari 2026 7:18

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Minggu, 4 Januari 2026 7:17

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:46

  • IKN
    • Otorita IKN kolaborasi Pertamina hadirkan ekosistem energi bersih

      Otorita IKN kolaborasi Pertamina hadirkan ekosistem energi bersih

      Senin, 12 Januari 2026 11:10

      Menag pantau persiapan Masjid Negara di IKN untuk sambut Ramadhan

      Menag pantau persiapan Masjid Negara di IKN untuk sambut Ramadhan

      Senin, 12 Januari 2026 10:38

      Otorita kembangkan berbagi sektor aktivitas ekonomi-lapangan kerja IKN

      Otorita kembangkan berbagi sektor aktivitas ekonomi-lapangan kerja IKN

      Minggu, 11 Januari 2026 14:07

      OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

      OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

      Minggu, 11 Januari 2026 11:21

      Menengok kepahlawanan Aji Galeng dari lorong sejarah Nusantara

      Menengok kepahlawanan Aji Galeng dari lorong sejarah Nusantara

      Minggu, 11 Januari 2026 11:19

  • Foto
  • Video
    • Banjir rendam 18 desa di Kukar, jalur transportasi darat terputus

      Banjir rendam 18 desa di Kukar, jalur transportasi darat terputus

      Rabu, 14 Januari 2026 22:28

      Prabowo resmikan RDMP Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia

      Prabowo resmikan RDMP Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia

      Senin, 12 Januari 2026 22:20

      KEK Maloy di Kaltim dipastikan siap untuk proyek hilirisasi sawit

      KEK Maloy di Kaltim dipastikan siap untuk proyek hilirisasi sawit

      Jumat, 9 Januari 2026 19:29

      Layanan kesehatan ambulans terapung hadir di pedalaman Kaltim

      Layanan kesehatan ambulans terapung hadir di pedalaman Kaltim

      Jumat, 9 Januari 2026 16:19

      Pelayaran Sungai Mahakam diperketat imbas kapal tabrak pilar jembatan

      Pelayaran Sungai Mahakam diperketat imbas kapal tabrak pilar jembatan

      Selasa, 6 Januari 2026 13:52

Orang Balik: Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

Kamis, 15 Mei 2025 12:48 WIB

Orang Balik: Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

Bentang alam di perbatasan Semoi-Sepaku-Bukit Bangkirai yang masih memiliki hutan lebat. (ANTARA/Novi Abdi)

Balikpapan (ANTARA) - Dalam percakapan tentang suku-suku di Kalimantan, nama Orang Balik jarang muncul. Meski namanya melekat pada Balikpapan, kota besar di tepi Teluk, kehadiran mereka hampir tak terdengar sebelum proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Sabardin, seorang tokoh di Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS) dan keponakan dari Sibukdin, Kepala Adat Orang Balik, alasan utamanya sederhana: Orang Balik memang pemalu.

"Kami memang pemalu," kata Sabardin, "dan tidak suka menonjolkan diri."

Ketertutupan ini berbeda dari suku-suku lain di Kalimantan Timur, seperti Orang Kutai, atau masyarakat di pedalaman seperti Orang Kenyah, Orang Bahau, Orang Benuaq, Orang Wehea, dan Orang Lundayeh. Mereka gemar berkesenian, menampilkan tarian, pahatan, anyaman, hingga masakan khas. Bahkan dalam sejarah, beberapa suku ini memiliki tradisi mengayau—ritual membawa pulang kepala musuh sebagai tanda kepahlawanan.

Orang Balik, sebaliknya, memilih menghindari konflik. "Kami tidak suka konflik, karena itu pilihannya ya menghindar," ujar Sabardin.

Keberadaan mereka yang cenderung tersembunyi juga diperkuat oleh letak geografis. "Kami tinggal di ‘ketiak’, di sudut Teluk," katanya.

Sepaku juga terisolasi oleh kondisi jalan yang rusak, yang sebelum tahun 2019 bisa memakan 2-3 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten di Penajam. Dari arah sebaliknya pun orang lebih memilih jalur Balikpapan-Penajam via ferry, daripada melewati Sepaku.

Baca juga: Suku Paser Balik jadi "living museum" di wilayah IKN

Tanjung Gonggot

Menurut Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA)—lembaga yang didirikan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama beberapa organisasi masyarakat sipil—Orang Balik awalnya bermukim di Tanjung Gonggot, kawasan yang kini menjadi bagian dari Kota Balikpapan.

Di Tanjung Gonggot, mereka hidup dari hasil hutan, berburu, menangkap ikan, serta menjalin hubungan dengan Kerajaan Kutai dan Kesultanan Paser. Keberadaan mereka begitu erat dengan alam, mengikuti ritme kehidupan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Pada abad ke-18, wilayah ini berada di bawah pengaruh Kerajaan Kutai, yang menguasai pesisir Kalimantan Timur. Orang Balik turut serta dalam pembangunan kerajaan, bahkan beberapa tokoh adatnya diangkat sebagai pejabat wilayah, menunjukkan mereka diakui oleh kekuasaan saat itu.

Seperti tersebut dalam satu cerita bahwa pada tahun 1739, Sultan Kutai Aji Muhammad Idris, yang memerintah antara 1735 hingga 1778, meminta penduduk pesisir Teluk untuk menyumbangkan 1.000 lembar papan guna pembangunan istana kerajaan. Saat papan-papan itu diangkut melalui laut, beberapa di antaranya terbalik dan hanyut, dan dibawa arus kembali ke arah Teluk.

Meski secara jelas menyebutkan tahun dan nama sultan, cerita ini masih sejarah lisan sehingga perlu pendalaman lagi untuk membuktikan kebenarannya. Namun demikian, cerita itu bersama dengan legenda Kayun Kuleng di kalangan masyarakat Paser, menjadi cerita asal-usul nama Balikpapan.

Selanjutnya, seiring berkembangnya kerajaan, pesisir Teluk Balikpapan menjadi semakin strategis. Selain sebagai bagian dari wilayah adat Orang Balik, daerah itu juga berkembang menjadi pusat persinggahan dagang, menarik perhatian para saudagar dari berbagai kerajaan di Nusantara.

Bubuhan (kelompok) pedagang dari Kerajaan Banjar, juga saudagar dari Bone, turut menjalin hubungan dagang dengan masyarakat pesisir. Hubungan ini menguatkan peran Orang Balik tidak hanya dalam lingkup kerajaan, tetapi juga dalam dinamika perdagangan maritim.

Ketika Belanda datang mereka melihat potensi besar di Balikpapan. Pada akhir abad ke-19, wilayah ini mulai dikontrak dari Kesultanan Kutai, dan eksplorasi minyak pun dimulai pada 1891. Sejak saat itu, Balikpapan berubah dari wilayah adat dan komunitas pesisir menjadi pusat industri minyak, yang kemudian berkembang pesat hingga menjadi kota modern seperti sekarang.

Apakah saat itulah desakan dimulai kepada Orang Balik untuk pindah menyeberang ke sisi selatan teluk belum diketahui. Tapi diceritakan oleh Sabardin, mereka berpindah melalui jalur laut, menyusuri Teluk Balikpapan dan masuk Sungai Sepaku, hingga menetap di wilayah yang sekarang mereka huni.

Saat ini, Benuo Sepaku, demikian Orang Balik menamakan wilayah adatnya, mencakup desa dan kelurahan Sepaku, Karang Jinawi, Bukit Raya, Suka Raja, Tengin Baru, dan Bumi Harapan. Kawasan itu meliputi 40.702 hektar tanah yang berbatasan dengan komunitas adat lainnya seperti Basap di Jonggon di utara dan Basap Mentawir di timur laut.

Setelah pindah dari Tanjung Gonggot ke Benuo Sepaku, komunitas Orang Balik kembali menjalani kehidupan yang selaras dengan alam. Pada masa itu, dikatakan Sibukdin, kehidupan Suku Balik tidak pernah kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tanah dan lahan luas untuk kebiasaan mereka berladang gilir balik untuk menanam padi ladang dan sayuran.

Untuk lauk, tinggal ke sungai menangkap ikan. Kalau mau daging bahkan tidak perlu jauh masuk hutan, apalagi berburu berhari-hari karena payau (rusa sambar), telawos (kancil) berkeliaran di pinggir kampung. Air untuk minum tersedia melimpah.

Baca juga: "Kami ingin pengakuan"

Tapi perubahan adalah keniscayaan. Laporan situs brwa.co.id menceritakan tentang apa yang disebut wabah delanan pada tahun 1920 yang menimpa Benuo Sepaku.

Sekali lagi, laporan dari BRWA ini jelas menyebutkan bahwa sumbernya adalah pemetaan partisipatif, atau dengan kata lain dari ingatan bersama komunitas dengan informan yang anonim. Maka, apa yang diungkapkan adalah sejarah lisan sehingga masih perlu verifikasi lagi dari penelitian yang lebih serius dan mendalam.

Wabah delanan menyebabkan kematian massal di komunitas Orang Balik. Konon, saat wabah dalam masa puncak, setiap hari hingga 10 orang meninggal. Satu keluarga di satu rumah bisa kehilangan dua hingga tiga orang anggotanya sekaligus.

Satu-satunya penjelasan datang dari sisi kepercayaan animisme Orang Balik. Bahwa wabah ini disebabkan kesalahan dalam ritual adat irow (atau erau dalam bahasa Kutai), di mana ancak atau sajen babi diberikan oleh suku lain yang ikut serta dalam upacara adat itu. Karena itu para leluhur Orang Balik marah dan meluapkan kemarahannya dengan wabah yang disebut delanan tadi.

Tidak ada keterangan, siapakah seharusnya yang memberikan sajen tersebut.

Dan meski tidak ada penjelasan ilmiah atau pun dokumentasi yang ditemukan tentang apa itu wabah delanan, tapi akibatnya nyata. Populasi Orang Balik di Benuo Sepaku dikabarkan menurun drastis. Selain sebab kematian oleh wabah, juga oleh pengungsian dan perpindahan besar-besaran untuk menghindari wabah tersebut.

Banyak Orang Balik yang meninggalkan Sepaku mencari tempat yang aman. Mereka pergi ke Samarinda, ke Jembayan Loa Kulu di utara. Juga ke Nenang di selatan yang sekarang menjadi bagian Kota Penajam. Ada juga yang menyeberang Teluk ke timur ke Mentawir, atau terus mendekati pesisir ke Salok Api.

Tanah dan kebun, termasuk peninggalan penanda sejarah seperti makan para leluhur, ditinggal dan tidak diurus lagi.

Namun demikian, komunitas yang tinggal bertahan dan wabah kemudian mereda. Saat itulah, tutur Sabardin, Kesultanan Kutai kembali aktif. Sultan mengangkat petinggi dari kalangan Orang Balik sendiri untuk mengatur masyarakat. Disebutkan oleh dokumen di laman brwa.co.id, setiap orang yang ingin memasuki Benuo Sepaku harus mendapat izin tertulis dari petinggi. Di surat izin itu ada cap dari stempel khusus. Tanpa stempel, maka tidak bisa masuk ke wilayah adat.

Tapi aturan itu tidak bisa mencegah Belanda, yang jelas sudah bercokol lama di Balikpapan, untuk masuk ke Sepaku, menangkapi pemuda, dan menjadikannya pekerja rodi, tenaga kerja paksa di proyek-proyek pembangunan kolonial. Keadaan itu berlangsung hingga Jepang datang dan mengambil alih kekuasaan di tahun 1942.

Berbeda dengan Belanda, Orang Balik ingat mereka tidak dijadikan romusha (yang artinya juga tenaga kerja paksa) oleh Jepang, sebab Jepang mendatangkan romusha dari Jawa. Di Balikpapan, romusha digunakan untuk membangun berbagai fasilitas militer seperti kubu-kubu pertahanan hingga menarik meriam raksasa ke bukit-bukit.

Para pengurus Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku. Sabardin, ketiga dari kanan. (ANTARA/Novi Abdi)

Ketika pasukan Australia membebaskan Balikpapan dari Jepang Juli 1945, sisa-sisa pasukan Jepang sebagian kabur ke Sepaku. Pasukan ini bertahan dan mencoba bergerilya melawan Sekutu, sampai kemudian Jepang menyerah karena dibom atom oleh Sekutu Agustus 1945. Sisa-sisa serdadu Jepang dibawa ke Balikpapan dan wilayah adat Sepaku pun turut merdeka sebagai satu wilayah di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga: Melindungi Suku Balik di Ibu Kota Negara Indonesia baru

Tapi Republik masih muda sementara senjata bekas perang masih beredar banyak di masyarakat. Sejarah lisan Sepaku yang direkam brwa.co.id menyebutkan antara tahun 1958-1959, ada gerombolan bersenjata yang mengacau di Sepaku, termasuk memperkosa dan membunuh, namun mengaku sebagai bagian dari Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) di bawah pimpinan Ibnu Hadjar yang menentang Jakarta di Kalimantan Selatan.

Gerakan Ibnu Hadjar sendiri berafiliasi pada Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan yang memberontak dari pemerintah pusat sejak 1950.

Kepada rakyat di Sepaku, gerombolan ini menyebutkan tujuannya adalah menyingkirkan sisa-sisa kolonial Belanda dan menegakkan ideologi Islam. Tapi alih-alih memperjuangkan masyarakat adat, mereka malah menekan dan memperbudak Orang Balik. Para lelaki dipaksa bergabung dan melakukan tindak kriminal seperti merampok sementara para wanita ada yang diperkosa.

Maka sekali lagi Orang Balik melarikan diri dan menyebar ke berbagai daerah. Benuo Sepaku menjadi kosong dalam waktu lama, karena masyarakat adat penghuninya memilih hijrah demi keselamatan.

Baru setelah gerombolan Ibnu Hadjar ditumpas pada tahun 1963 keadaan kembali aman. Perlahan sebagian yang melarikan diri kembali ke Sepaku, tapi banyak juga yang tidak karena sudah memiliki kehidupan baru di tempat lain.

Peristiwa G30S PKI 1965 juga tidak memiliki pengaruh signifikan kepada penghuni Benuo Sepaku. Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia di luar Jawa, masyarakat memilih diam dan menyaksikan. Begitu pula setelah rezim berganti resmi pada tahun 1968.

Perubahan kuat yang segera terjadi pun masuk nyaris tanpa hambatan. Boleh dibilang, Orang Balik memasuki era 1970an tanpa persiapan.

Pewarta: Novi Abdi
Editor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Kemarau 12 tahun, pelajaran dari Tam Leliak

Kemarau 12 tahun, pelajaran dari Tam Leliak

12 Oktober 2025 13:04

Kesaksian mereka yang pernah hidup dari hutan

Kesaksian mereka yang pernah hidup dari hutan

6 Oktober 2025 09:31

Orang Balik, di antara perusahaan kayu, sawit, dan IKN

Orang Balik, di antara perusahaan kayu, sawit, dan IKN

16 Mei 2025 18:34

Orang Balik:  Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

Orang Balik: Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

16 Mei 2025 06:48

 Di Balik Heboh Eyang Subur

Di Balik Heboh Eyang Subur

8 April 2013 08:14

Penumpang Arus Balik Di Samarinda 2.982 Orang

Penumpang Arus Balik Di Samarinda 2.982 Orang

23 Agustus 2012 17:20

Pegadaian Kaltim: Tren berhemat percepat kepemilikan aset masa depan

Pegadaian Kaltim: Tren berhemat percepat kepemilikan aset masa depan

13 Januari 2026 17:41

Peningkatan kapasitas kilang Balikpapan sebesar Rp123 Triliun

Peningkatan kapasitas kilang Balikpapan sebesar Rp123 Triliun

12 Januari 2026 23:44

Terpopuler

Dinkes Kaltim arahkan vaksinasi influenza tangkal Superflu

Dinkes Kaltim arahkan vaksinasi influenza tangkal Superflu

BBPJN Kaltim percepat perbaikan jalan Tol IKN yang rusak

BBPJN Kaltim percepat perbaikan jalan Tol IKN yang rusak

Otorita ambil langkah penanganan dan pengendalian banjir sekitar IKN

Otorita ambil langkah penanganan dan pengendalian banjir sekitar IKN

OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

OIKN bekali pegawai tata kelola keuangan perkuat pembangunan IKN

Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi, lontarkan abu setinggi 400 meter

Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi, lontarkan abu setinggi 400 meter

Top News

  • Pemprov Kaltim perluas Gratispol untuk seluruh mahasiswa di daerah

    Pemprov Kaltim perluas Gratispol untuk seluruh mahasiswa di daerah

    22 jam lalu

  • PT KNI gandeng Biji-Biji Initiative gelar pelatihan AI bagi guru di Bontang

    PT KNI gandeng Biji-Biji Initiative gelar pelatihan AI bagi guru di Bontang

    13 Januari 2026 21:07

  • Komisi II:  Kunjungan Presiden Prabowo  ke IKN merupakan pesan politik

    Komisi II: Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN merupakan pesan politik

    13 Januari 2026 14:45

  • Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

    Gubernur Kaltim laporkan kerusakan jalan nasional kepada Menko AHY

    12 Januari 2026 20:46

  • Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

    Presiden Prabowo Subianto resmikan RDMP Balikpapan

    12 Januari 2026 20:14

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA