• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kaltim
Senin, 5 Januari 2026
Antara News kaltim
Antara News kaltim
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Kementerian ESDM: Tarif listrik triwulan I 2026 tidak naik

      Kementerian ESDM: Tarif listrik triwulan I 2026 tidak naik

      Kamis, 1 Januari 2026 20:57

      Prabowo tiba di Silangit, tinjau jembatan Bailey di Tapanuli Selatan

      Prabowo tiba di Silangit, tinjau jembatan Bailey di Tapanuli Selatan

      Rabu, 31 Desember 2025 12:29

      Tim SAR temukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo

      Tim SAR temukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo

      Selasa, 30 Desember 2025 10:37

      Polri operasikan 29 dapur lapangan bagi warga terdampak bencana

      Polri operasikan 29 dapur lapangan bagi warga terdampak bencana

      Senin, 29 Desember 2025 15:57

      Akademisi ingatkan Presiden Prabowo soal kewajiban bentuk Wantimpres

      Akademisi ingatkan Presiden Prabowo soal kewajiban bentuk Wantimpres

      Senin, 29 Desember 2025 15:17

  • Seputar Kaltim
      • DPRD Kaltim
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Diskominfo Kaltim
      • Samarinda
      • Balikpapan
      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Ketua BK Kaltim siap tindak anggota dewan melanggar etika

      Rabu, 15 Oktober 2025 20:34

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Ketua DPRD Kaltim sambangi pendemo, janji perjuangkan aspirasi

      Senin, 1 September 2025 19:39

      DPRD Kaltim  dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      DPRD Kaltim dorong pemerintah ciptakan lapangan kerja bagi lulusan baru

      Minggu, 17 Agustus 2025 12:58

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan  Helikopter untuk distribusi logistik

      DPRD Kaltim usulkan pengadaan Helikopter untuk distribusi logistik

      Kamis, 7 Agustus 2025 6:41

      Pemkab Penajam aktifkan pipa distribusi perluas layanan air bersih

      Pemkab Penajam aktifkan pipa distribusi perluas layanan air bersih

      Minggu, 4 Januari 2026 16:41

      Pria di Penajam rudapaksa anak di bawah umur terancam 15 tahun penjara

      Pria di Penajam rudapaksa anak di bawah umur terancam 15 tahun penjara

      Minggu, 4 Januari 2026 16:37

      KKP siapkan Rp22 miliar bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Penajam

      KKP siapkan Rp22 miliar bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Penajam

      Sabtu, 3 Januari 2026 14:48

      Kabupaten PPU butuh 24 SPPG agar seluruh peserta didik terlayani MBG

      Kabupaten PPU butuh 24 SPPG agar seluruh peserta didik terlayani MBG

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:50

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Pemprov Kaltim tempatkan 50 KK transmigran di Desa Keladen Paser

      Selasa, 23 Desember 2025 13:22

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Polres Paser terima penghargaan program inovatif peduli masyarakat kurang mampu

      Sabtu, 6 Desember 2025 6:59

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Satgas MBG Paser minta percepat penambahan dapur MBG

      Jumat, 31 Oktober 2025 16:20

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Wabup Paser sampaikan nota keuangan RAPBD 2026

      Selasa, 28 Oktober 2025 13:32

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Petugas kesehatan Kaltim dapat penguatan deteksi pneumonia balita

      Sabtu, 13 Desember 2025 13:33

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kaltim prioritaskan pemeliharaan jalan pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 19:24

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kaltim optimistis swasembada beras pada 2026

      Kamis, 11 Desember 2025 10:18

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Disnakertrans Kaltim proyeksikan UMP 2026 capai Rp3,8 juta

      Rabu, 3 Desember 2025 12:00

      Sebulan terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim ditabrak tongkang 2 kali

      Sebulan terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim ditabrak tongkang 2 kali

      Minggu, 4 Januari 2026 16:57

      Pelindo evakuasi tongkang tabrak jembatan Mahulu Samarinda

      Pelindo evakuasi tongkang tabrak jembatan Mahulu Samarinda

      Minggu, 4 Januari 2026 16:55

      Gubernur Kaltim serahkan bantuan Rp 1,5 miliar untuk Aceh

      Gubernur Kaltim serahkan bantuan Rp 1,5 miliar untuk Aceh

      Minggu, 4 Januari 2026 16:29

      Rencana relokasi Pelabuhan Samarinda

      Rencana relokasi Pelabuhan Samarinda

      Jumat, 2 Januari 2026 14:14

      BMKG prakirakan sejumlah wilayah di Kaltim hujan lebat dalam tiga hari

      BMKG prakirakan sejumlah wilayah di Kaltim hujan lebat dalam tiga hari

      Jumat, 2 Januari 2026 12:00

      Polda Kaltim ungkap lima TPPU narkoba Rp11,3 miliar selama 2025

      Polda Kaltim ungkap lima TPPU narkoba Rp11,3 miliar selama 2025

      Kamis, 1 Januari 2026 17:06

      ERT PPA turut bantu evakuasi warga dan penanganan banjir Kalsel

      ERT PPA turut bantu evakuasi warga dan penanganan banjir Kalsel

      Rabu, 31 Desember 2025 16:33

      Ombudsman Kaltim selesaikan 213 dari target 168 laporan

      Ombudsman Kaltim selesaikan 213 dari target 168 laporan

      Senin, 29 Desember 2025 21:13

  • Ekonomi dan Pariwisata
    • Glamping mengasyikkan di Pantai Ambalat

      Glamping mengasyikkan di Pantai Ambalat

      Minggu, 4 Januari 2026 16:50

      Kabupaten Penajam perketat distribusi jaga harga bahan pokok stabil

      Kabupaten Penajam perketat distribusi jaga harga bahan pokok stabil

      Sabtu, 3 Januari 2026 14:50

      Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

      Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:48

      MBG Berau untuk gerakkan ekonomi dari pangan hingga rantai pasok

      MBG Berau untuk gerakkan ekonomi dari pangan hingga rantai pasok

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:47

      Kilang Pertamina Unit Balikpapan siap olah 360 ribu crude per hari

      Kilang Pertamina Unit Balikpapan siap olah 360 ribu crude per hari

      Jumat, 2 Januari 2026 21:36

  • Olahraga
    • Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

      Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

      Minggu, 4 Januari 2026 16:32

      Jadwal Super League: Persija vs Persijap, Persik vs Persib

      Jadwal Super League: Persija vs Persijap, Persik vs Persib

      Jumat, 2 Januari 2026 10:51

      Persiba kembali telan kekalahan di Batakan

      Persiba kembali telan kekalahan di Batakan

      Minggu, 28 Desember 2025 22:06

      Prestasi Chelsie jadi kebanggaan Balikpapan

      Prestasi Chelsie jadi kebanggaan Balikpapan

      Sabtu, 27 Desember 2025 20:19

      Persebaya perkenalkan Bernardo Tavares sebagai pelatih baru

      Persebaya perkenalkan Bernardo Tavares sebagai pelatih baru

      Selasa, 23 Desember 2025 15:18

  • Umum
    • BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      BNNP Kaltim percepat pembentukan BNNK di perbatasan

      Minggu, 4 Januari 2026 7:21

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Dinas Pendidikan Kaltim pacu digitalisasi guru lewat optimalisasi Belajar.id

      Minggu, 4 Januari 2026 7:20

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Kerukunan umat beragama merupakan energi besar bangun negara

      Minggu, 4 Januari 2026 7:18

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Pemkot Samarinda perkuat perlindungan identitas bangsa melalui budaya lokal

      Minggu, 4 Januari 2026 7:17

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

      Sabtu, 3 Januari 2026 13:46

  • IKN
    • Otorita siapkan area pendidikan sebagai layanan terpadu di IKN

      Otorita siapkan area pendidikan sebagai layanan terpadu di IKN

      Minggu, 4 Januari 2026 16:43

      Otorita siapkan TPST 74 ton dukung pertumbuhan hunian-pooulasi IKN

      Otorita siapkan TPST 74 ton dukung pertumbuhan hunian-pooulasi IKN

      Kamis, 1 Januari 2026 20:36

      Tol Balikpapan-IKN-Kalsel difungsikan dukung kunjungan wisatawan

      Tol Balikpapan-IKN-Kalsel difungsikan dukung kunjungan wisatawan

      Jumat, 26 Desember 2025 16:57

      Komposisi penduduk IKN modal pembangunan jangka panjang

      Komposisi penduduk IKN modal pembangunan jangka panjang

      Kamis, 25 Desember 2025 14:17

      856 petugas pendataan catat jumlah penduduk IKN 147.427 jiwa

      856 petugas pendataan catat jumlah penduduk IKN 147.427 jiwa

      Rabu, 24 Desember 2025 9:24

  • Foto
  • Video
    • Kodam VI Mulawarman kerahkan 215 prajurit bantu pemulihan bencana Aceh

      Kodam VI Mulawarman kerahkan 215 prajurit bantu pemulihan bencana Aceh

      Selasa, 30 Desember 2025 17:26

      Kaltim terapkan standar keselamatan untuk keamanan wisata bahari

      Kaltim terapkan standar keselamatan untuk keamanan wisata bahari

      Selasa, 30 Desember 2025 16:34

      Bontang Mangrove Park, ruang konservasi di tengah kawasan industri

      Bontang Mangrove Park, ruang konservasi di tengah kawasan industri

      Sabtu, 27 Desember 2025 16:00

      Samarinda bangun sepuluh unit insinerator untuk tekan volume sampah

      Samarinda bangun sepuluh unit insinerator untuk tekan volume sampah

      Selasa, 23 Desember 2025 14:49

      Jalan Tol IKN dibuka selama libur akhir tahun untuk akses IKN & Kalsel

      Jalan Tol IKN dibuka selama libur akhir tahun untuk akses IKN & Kalsel

      Senin, 22 Desember 2025 18:55

Orang Balik: Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

Oleh Novi Abdi Jumat, 16 Mei 2025 6:48 WIB

Orang Balik:  Identitas yang tersembunyi di Sepaku, IKN

Bentang alam di perbatasan Semoi-Sepaku-Bukit Bangkirai, Kalimantan Timur, yang masih memiliki hutan lebat (ANTARA/Novi Abdi)

Balikpapan (ANTARA) - Dalam percakapan tentang suku-suku di Kalimantan, nama Orang Balik jarang muncul. Meski namanya melekat pada Balikpapan, kota besar di tepi Teluk, kehadiran mereka hampir tak terdengar sebelum proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurut Sabardin, seorang tokoh di Forum Kesepakatan Masyarakat Sepaku (FKMS), alasan utamanya sederhana: Orang Balik memang pemalu.

"Kami memang pemalu dan tidak suka menonjolkan diri." kata Sabardin yang juga keponakan dari Sibukdin, Kepala Adat Orang Balik,

Sikap tertutup Orang Balik ini berbeda dari suku-suku lain di Kalimantan Timur, seperti Orang Kutai, atau masyarakat di pedalaman seperti Orang Kenyah, Orang Bahau, Orang Benuaq, Orang Wehea, dan Orang Lundayeh. Suku-suku tersebut gemar berkesenian, menampilkan tarian, pahatan, anyaman, hingga masakan khas. Bahkan dalam sejarah, beberapa suku memiliki tradisi mengayau, ritual membawa pulang kepala musuh sebagai tanda kepahlawanan.

Orang Balik sebaliknya, memilih menghindari konflik. "Kami tidak suka konflik, karena itu pilihannya ya menghindar," ujar Sabardin.

Keberadaan Suku Balik yang cenderung tersembunyi juga diperkuat oleh letak geografis. "Kami tinggal di 'ketiak’, di sudut Teluk," katanya.

Kecamatan Sepaku juga terisolasi oleh kondisi jalan yang rusak, yang sebelum tahun 2019 bisa memakan 2-3 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten di Penajam. Dari arah sebaliknya pun orang lebih memilih jalur Balikpapan-Penajam memakai ferry, daripada melewati Sepaku.

Tanjung Gonggot


Menurut Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) --lembaga yang didirikan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama beberapa organisasi masyarakat sipil-- Orang Balik awalnya bermukim di Tanjung Gonggot, kawasan yang kini menjadi bagian dari Kota Balikpapan.

Di Tanjung Gonggot, Suku Balik hidup dari hasil hutan, berburu, menangkap ikan, serta menjalin hubungan dengan Kerajaan Kutai dan Kesultanan Paser, keberadaan Orang Balik begitu erat dengan alam, mengikuti ritme kehidupan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Pada abad ke-18, wilayah ini berada di bawah pengaruh Kerajaan Kutai, yang menguasai pesisir Kalimantan Timur, dan Orang Balik turut serta dalam pembangunan kerajaan, bahkan beberapa tokoh adatnya diangkat sebagai pejabat wilayah, menunjukkan Suku Balik diakui oleh kekuasaan saat itu.

Seperti tersebut dalam satu cerita bahwa pada tahun 1739, Sultan Kutai Aji Muhammad Idris, yang memerintah antara 1735 hingga 1778, meminta penduduk pesisir Teluk untuk menyumbangkan 1.000 lembar papan guna pembangunan istana kerajaan. Saat papan-papan itu diangkut melalui laut, beberapa di antaranya terbalik dan hanyut, dan dibawa arus kembali ke arah Teluk.

Meski secara jelas menyebutkan tahun dan nama sultan, cerita ini masih sejarah lisan sehingga perlu pendalaman lagi untuk membuktikan kebenarannya. Namun demikian, cerita itu bersama dengan legenda Kayun Kuleng di kalangan masyarakat Paser, menjadi cerita asal-usul nama Balikpapan.

Seiring berkembangnya kerajaan, pesisir Teluk Balikpapan menjadi semakin strategis. Selain sebagai bagian dari wilayah adat Orang Balik, daerah itu juga berkembang menjadi pusat persinggahan dagang, menarik perhatian para saudagar dari berbagai kerajaan di Nusantara.

Bubuhan (kelompok) pedagang dari Kerajaan Banjar, juga saudagar dari Bone, turut menjalin hubungan dagang dengan masyarakat pesisir. Hubungan ini menguatkan peran Orang Balik, tidak hanya dalam lingkup kerajaan, tetapi juga dalam dinamika perdagangan maritim.

Ketika Belanda datang pada akhir abad ke-19, wilayah ini mulai dikontrak dari Kesultanan Kutai, dan eksplorasi minyak pun dimulai pada 1891. Sejak saat itu, Balikpapan berubah dari wilayah adat dan komunitas pesisir menjadi pusat industri minyak, yang kemudian berkembang pesat hingga menjadi kota modern seperti sekarang.

Apakah saat itulah desakan dimulai kepada Orang Balik untuk pindah menyeberang ke sisi selatan teluk? Menurut Sabardin, mereka berpindah melalui jalur laut, menyusuri Teluk Balikpapan dan masuk Sungai Sepaku, hingga menetap di wilayah yang sekarang mereka huni.

Saat ini, Benuo Sepaku, demikian Orang Balik menamakan wilayah adatnya, mencakup desa dan kelurahan Sepaku, Karang Jinawi, Bukit Raya, Suka Raja, Tengin Baru, dan Bumi Harapan. Kawasan itu meliputi 40.702 hektar tanah yang berbatasan dengan komunitas adat lainnya seperti Basap di Jonggon di utara dan Basap Mentawir di timur laut.

Setelah pindah dari Tanjung Gonggot ke Benuo Sepaku, komunitas Orang Balik kembali menjalani kehidupan yang selaras dengan alam. Pada masa itu, dikatakan Sibukdin, kehidupan Suku Balik tidak pernah kekurangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tanah dan lahan luas untuk kebiasaan mereka berladang gilir balik untuk menanam padi ladang dan sayuran.

Untuk lauk, tinggal ke sungai menangkap ikan. Kalau mau daging bahkan tidak perlu jauh masuk hutan, apalagi berburu berhari-hari karena payau (rusa sambar), telawos (kancil) berkeliaran di pinggir kampung. Air untuk minum tersedia melimpah.

Tapi perubahan adalah keniscayaan. Laporan situs brwa.co.id menceritakan tentang apa yang disebut wabah delanan pada tahun 1920 yang menimpa Benuo Sepaku.

Laporan dari BRWA ini jelas menyebutkan bahwa sumbernya adalah pemetaan partisipatif, atau dengan kata lain dari ingatan bersama komunitas dengan informan yang anonim. Maka, apa yang diungkapkan adalah sejarah lisan sehingga masih perlu verifikasi lagi dari penelitian yang lebih serius dan mendalam.

Wabah delanan menyebabkan kematian masal di komunitas Orang Balik. Konon, saat wabah dalam masa puncak, setiap hari hingga 10 orang meninggal. Satu keluarga di satu rumah bisa kehilangan dua hingga tiga orang anggotanya sekaligus.

Satu-satunya penjelasan datang dari sisi kepercayaan animisme Orang Balik, bahwa wabah ini disebabkan kesalahan dalam ritual adat irow (atau erau dalam bahasa Kutai), di mana ancak atau sajen babi diberikan oleh suku lain yang ikut serta dalam upacara adat itu. Karena itu para leluhur Orang Balik marah dan meluapkan kemarahannya dengan wabah yang disebut delanan tadi.

Tidak ada keterangan, siapakah seharusnya yang memberikan sajen tersebut.

Meski tidak ada penjelasan ilmiah atau pun dokumentasi yang ditemukan tentang apa itu wabah delanan, akibatnya nyata. Populasi Orang Balik di Benuo Sepaku dikabarkan menurun drastis. Selain sebab kematian oleh wabah, juga oleh pengungsian dan perpindahan besar-besaran untuk menghindari wabah tersebut.

Banyak Orang Balik yang meninggalkan Sepaku mencari tempat yang aman. Mereka pergi ke Samarinda, ke Jembayan Loa Kulu di utara. Juga ke Nenang di selatan yang sekarang menjadi bagian Kota Penajam. Ada juga yang menyeberang teluk ke timur ke Mentawir, atau terus mendekati pesisir ke Salok Api.

Tanah dan kebun, termasuk peninggalan penanda sejarah seperti makan para leluhur, ditinggal dan tidak diurus lagi.

Namun, komunitas yang tinggal bertahan dan wabah kemudian mereda. Saat itulah, tutur Sabardin, Kesultanan Kutai kembali aktif. Sultan mengangkat petinggi dari kalangan Orang Balik sendiri untuk mengatur masyarakat.

Disebutkan oleh dokumen di laman brwa.co.id, setiap orang yang ingin memasuki Benuo Sepaku harus mendapat izin tertulis dari petinggi. Di surat izin itu ada cap dari stempel khusus. Tanpa stempel, maka tidak bisa masuk ke wilayah adat.

Tapi aturan itu tidak bisa mencegah Belanda, yang jelas sudah bercokol lama di Balikpapan, untuk masuk ke Sepaku, menangkapi pemuda, dan menjadikannya pekerja rodi, tenaga kerja paksa di proyek-proyek pembangunan kolonial. Keadaan itu berlangsung hingga Jepang datang dan mengambil alih kekuasaan di tahun 1942.

Berbeda dengan Belanda, Orang Balik tidak dijadikan romusha (yang artinya juga tenaga kerja paksa) oleh Jepang, sebab Jepang mendatangkan romusha dari Jawa. Di Balikpapan, romusha digunakan untuk membangun berbagai fasilitas militer seperti kubu-kubu pertahanan hingga menarik meriam raksasa ke bukit-bukit.

Ketika pasukan Australia membebaskan Balikpapan dari Jepang Juli 1945, sisa-sisa pasukan Jepang sebagian kabur ke Sepaku. Pasukan ini bertahan dan mencoba bergerilya melawan Sekutu, sampai kemudian Jepang menyerah karena dibom atom oleh Sekutu Agustus 1945. Sisa-sisa serdadu Jepang dibawa ke Balikpapan dan wilayah adat Sepaku pun turut merdeka sebagai satu wilayah di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Republik masih muda sementara senjata bekas perang masih beredar banyak di masyarakat. Sejarah lisan Sepaku yang direkam brwa.co.id menyebutkan antara tahun 1958-1959, ada gerombolan bersenjata yang mengacau di Sepaku, termasuk memperkosa dan membunuh, namun mengaku sebagai bagian dari Kesatuan Rakyat yang Tertindas (KRyT) di bawah pimpinan Ibnu Hadjar yang menentang Jakarta di Kalimantan Selatan.

Gerakan Ibnu Hadjar sendiri berafiliasi pada Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan yang memberontak dari pemerintah pusat sejak 1950.

Kepada rakyat di Sepaku, gerombolan ini menyebutkan tujuannya adalah menyingkirkan sisa-sisa kolonial Belanda dan menegakkan ideologi Islam. Tapi alih-alih memperjuangkan masyarakat adat, mereka malah menekan dan memperbudak Orang Balik. Para lelaki dipaksa bergabung dan melakukan tindak kriminal seperti merampok sementara para wanita ada yang diperkosa.

Maka sekali lagi Orang Balik melarikan diri dan menyebar ke berbagai daerah. Benuo Sepaku menjadi kosong dalam waktu lama, karena masyarakat adat penghuninya memilih hijrah demi keselamatan.

Baru setelah gerombolan Ibnu Hadjar ditumpas pada tahun 1963 keadaan kembali aman. Perlahan sebagian yang melarikan diri kembali ke Sepaku, tapi banyak juga yang tidak karena sudah memiliki kehidupan baru di tempat lain.

Peristiwa G30S PKI 1965 juga tidak memiliki pengaruh signifikan kepada penghuni Benuo Sepaku. Seperti kebanyakan daerah lain di Indonesia di luar Jawa, masyarakat memilih diam dan menyaksikan. Begitu pula setelah rezim berganti resmi pada tahun 1968.

Perubahan kuat yang segera terjadi pun masuk nyaris tanpa hambatan. Boleh dibilang, Orang Balik memasuki era 1970an tanpa persiapan.

Perhatian Otorita IKN

Soal perlindungan masyarakat adat IKN, Otorita IIKN rupanya tidak tinggal diam. Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam menyiapkan Rancangan Peraturan Kepala (Ranperka) OIKN menyusun kepastian hukum bagi kearifan lokal di Ibu kota baru Indonesia..

Tujuannya tentu saja untuk memberikan kepastian hukum bagi pengakuan, perlindungan, dan pemajuan kearifan lokal dalam mendukung prinsip pembangunan Ibu Kota Nusantara yang selaras dengan alam dan inklusif.

Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Myrna Asnawati Safitri mengemukakan konsep Ranperka Otorita IKN kepada seluruh unsur pemerintah, lembaga, organisasi, dan masyarakat untuk mendapatkan saran dan tanggapan guna penyempurnaan draf kebijakan dan aplikatif di lapangan.

"Jika membahas kearifan lokal, tentu saja kompleksitasnya tinggi karena yang dihadapi adalah masyarakat dan adat yang memiliki sejarah masing-masing. Tapi, IKN akan terus berusaha untuk membangun sistem terbaik dan berkomunikasi secara terbuka untuk memudahkan masyarakat, dengan tetap selaras dengan alam dan inklusif," jelasnya .

Otorita IKN berkomitmen untuk tidak menghilangkan apa yang sudah ada di masyarakat dan pembahasan akan terus dilakukan di internal IKN dan dengan kementerian/lembaga lain guna menemukan jalan terbaik dalam perlindungan kearifan lokal.

"IKN selalu terbuka untuk terus berdiskusi dan berdialog kepada masyarakat. Karena bagaimanapun kebijakan yang dibuat akan berdampak kepada masyarakat. Jadi kami selalu mencoba untuk meminimalkan persoalan dan mengoptimalkan komunikasi seperti ini sampai kebijakan ditetapkan," kata Myrna.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, menyatakan komitmen otorita untuk melaksanakan pembangunan yang berlandaskan Bhineka Tunggal Ika, yaitu IKN merupakan perwujudan budaya nasional yang memberi ruang pada kebudayaan lokal.

"Pembangunan IKN dilaksanakan secara holistik, termasuk pada pembangunan sosial dan lingkungannya," kata Bambang tentang konsep kebudayaan dan konservasi dalam membangun IKN sebagai kota hutan berkelanjutan.

Basuki Hadimuljono menjelaskan IKN akan menjadi "living lab" untuk membangun kota dengan konsep-konsep terbaru.

“Bagaimana konsep-konsep itu akan saling berinteraksi, dari sosial, budaya, ekonomi, teknologi, dan sebagainya akan sangat menarik,” tambahnya.

Bahkan, Basuki Hadimuljono memastikan terdapat kawasan cagar budaya di tanah masyarakat adat IKN. "Kami membuka kemungkinan adanya heritage area," ujarnya lagi.

Basuki Hadimuljono menegaskan masyarakat adat atau lokal di wilayah itu tetap merupakan warga IKN. Dia juga berusaha semaksimal mungkin untuk menaikkan taraf kehidupan warga dan suku lokal.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga telah berupaya melestarikan adat istiadat lokal dengan membuat payung hukum, berupa Peraturan Daerah atau Perda Nomor 2 Tahun 2017.

Regulasi tersebut berisi mengenai pelestarian dan perlindungan adat serta budaya lokal.

Dengan adanya payung hukum itu, maka Suku Balik tidak perlu khawatir tergusur dari wilayah adat atau tempat tinggal dengan keberadaan IKN tersebut. Orang Balik memang tidak ingin tercabut dari sejarah dan identitas Suku Balik.

Editor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Otorita siapkan area pendidikan sebagai layanan terpadu di IKN

Otorita siapkan area pendidikan sebagai layanan terpadu di IKN

15 jam lalu

Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

3 Januari 2026 13:48

OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

3 Januari 2026 13:46

Otorita siapkan TPST 74 ton dukung pertumbuhan hunian-pooulasi IKN

Otorita siapkan TPST 74 ton dukung pertumbuhan hunian-pooulasi IKN

1 Januari 2026 20:36

OIKN mulai bangun kawasan yudikatif-legislatif

OIKN mulai bangun kawasan yudikatif-legislatif

1 Januari 2026 16:54

Bank Tanah: Pengembangan wilayah penunjang IKN selaras RTRW Penajam

Bank Tanah: Pengembangan wilayah penunjang IKN selaras RTRW Penajam

28 Desember 2025 13:52

Tol Balikpapan-IKN-Kalsel difungsikan dukung kunjungan wisatawan

Tol Balikpapan-IKN-Kalsel difungsikan dukung kunjungan wisatawan

26 Desember 2025 16:57

Komposisi penduduk IKN modal pembangunan jangka panjang

Komposisi penduduk IKN modal pembangunan jangka panjang

25 Desember 2025 14:17

Terpopuler

Kaltim tingkatkan kompetensi asesor perkuat ekosistem pariwisata

Kaltim tingkatkan kompetensi asesor perkuat ekosistem pariwisata

Pemkab: Perusahaan terancam sanksi tidak terapkan UMK-UMSK di Penajam

Pemkab: Perusahaan terancam sanksi tidak terapkan UMK-UMSK di Penajam

OIKN mulai bangun kawasan yudikatif-legislatif

OIKN mulai bangun kawasan yudikatif-legislatif

Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim jangkau 220 ribu warga

Program Cek Kesehatan Gratis Kaltim jangkau 220 ribu warga

Kabupaten PPU butuh 24 SPPG agar seluruh peserta didik terlayani MBG

Kabupaten PPU butuh 24 SPPG agar seluruh peserta didik terlayani MBG

Top News

  • Glamping mengasyikkan di Pantai Ambalat

    Glamping mengasyikkan di Pantai Ambalat

    15 jam lalu

  • Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

    Borneo FC taklukan PSM Makassar 2-1, Pesut Etam rebut posisi puncak

    16 jam lalu

  • Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

    Pembangunan IKN 2026 gunakan anggaran Rp6 triliun

    3 Januari 2026 13:48

  • OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

    OIKN ajak masyarakat tanam pohon di kawasan IKN

    3 Januari 2026 13:46

  • Rencana relokasi Pelabuhan Samarinda

    Rencana relokasi Pelabuhan Samarinda

    2 Januari 2026 14:14

Antara News kaltim
kaltim.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Seputar Kaltim
  • Ekonomi & Pariwisata
  • Olahraga
  • English Version
  • Lintas Daerah
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA