Balikpapan (ANTARA) - Kilang Pertamina Unit Balikpapan memasuki 2026 dengan mengolah 360 ribu barel minyak mentah per hari. Kapasitas meningkat 100 ribu barel dari semula 260 ribu barel per hari. Tambahan kapasitas tersebut menjadi dasar kesiapan pasokan energi, terutama untuk wilayah Indonesia Timur.
General Manager (GM) PT KPI Unit Balikpapan, Novie Handoyo Anto mengatakan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan menyampaikan bahwa kapasitas tersebut didukung kesiapan operasional kilang selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, termasuk kecukupan stok minyak mentah dan material pendukung produksi.
“Per 31 Desember 2025, stok minyak mentah berada pada level 14,02 hari, dengan proyeksi 13,21 hari pada 1 Januari 2026. Kesiapan kapasitas pengolahan dijaga pada level 360 ribu barel per hari dengan operasional optimal sekitar 239 ribu barel per hari,” katanya di Balikpapan Jumat.
Dia menyebutkan, ketersediaan bahan kimia untuk proses pengolahan dijaga di atas dua bulan. Persediaan katalis disiapkan untuk kebutuhan lebih dari enam bulan, sementara barang cepat habis (fast moving material) dilaporkan dalam kondisi siap guna mendukung keandalan operasi kilang.
Sepanjang 2025, KPI Unit Balikpapan mencatat sejumlah capaian strategis yang menopang peningkatan kapasitas tersebut. Kilang mulai beroperasi dengan kapasitas penuh setelah rangkaian penyesuaian produksi yang berlangsung sejak pertengahan tahun.
Manajemen juga mengembangkan sistem CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) RUVision yang diinisiasi dari Unit Balikpapan dan kini diterapkan di seluruh unit KPI. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan pemantauan area operasi dan mendukung aspek keselamatan kerja.
Menurutnya di akhir 2025, KPI Unit Balikpapan meluncurkan UltraDex, bahan bakar diesel rendah sulfur 10 ppm berstandar Euro V. Produk ini menjadi salah satu inovasi utama perusahaan dalam mendukung kualitas bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Kinerja keuangan KPI Unit Balikpapan juga tercatat positif sepanjang 2025. Manajemen menyebut capaian tersebut menjadi fondasi untuk menghadapi agenda transformasi dan tantangan operasional pada 2026.
Dikemukakannya, pada malam pergantian tahun, manajemen menggelar pertemuan yang dirangkaikan dengan pemberian apresiasi kepada teknisi kilang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah area operasi untuk memastikan kesiapan teknisi yang bertugas 24 jam.
"Sebanyak 159 personel pengamanan internal dan 258 personel eksternal disiagakan untuk menjaga keamanan operasional kilang selama periode pergantian tahun. KPI menegaskan komitmennya menjaga keandalan operasi dan pasokan energi Indonesia Timur pada awal 2026," kata Novie Handoyo Anto
