Balikpapan (ANTARA) - Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kehadiran proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan telah banyak membuka peluang kerja bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Untuk itu wali kota menyampaikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota dan Pertamina dalam memenuhi energi yang terjalin baik selama ini.
“Pertama alhamdulillah kilang ada di Balikpapan. Lalu terima kasih kami kepada Pertamina yang telah banyak mempekerjakan tenaga kerja, baik dari pekerja lokal maupun dari berbagai daerah di Indonesia. Ini sangat penting untuk ketahanan energi nasional,” kata Wali Kota Rahmad, Sabtu.
Ia juga menjelaskan, proyek RDMP memberikan dorongan nyata terhadap ekonomi daerah dan perkembangan kota. Proyek RDMP telah menambah potensi, baik potensi pendapatan daerah, potensi perekonomian kita, dan mendorong Balikpapan berkembang menjadi kota yang modern.
Proyek RDMP Balikpapan yang dijalankan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), anak usaha PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), memiliki nilai investasi sekitar USD 7,4 miliar atau Rp120 triliun. Selama masa puncak konstruksi, jumlah pekerja yang terlibat mencapai 24 ribu orang, sehingga meningkatkan perputaran ekonomi kota melalui konsumsi, transportasi, akomodasi, hingga jasa logistik.
Di sektor konsumsi misalnya, secara mencolok Balikpapan mendapatkan banyak warung-warung makan, termasuk warung kopi, bermunculan. Rumah kos, toko peralatan keselamatan kerja, jasa cuci dan setrika pakaian, angkutan kota, semua mendapat konsumen yang signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan aktivitas RDMP memberikan dampak berantai yang menggerakkan rantai pasok lokal dan memperkuat struktur ekonomi kota. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Balikpapan pada 2024 mencapai Rp214,11 juta, naik 6,22 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, proyek RDMP juga telah mencatat capaian penting, di antaranya pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi 43 ribu ton per tahun, serta tahapan awal pengoperasian RFCC Complex.
Kehadiran kedua hal tersebut diharapkan terus memberi manfaat berkelanjutan bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. ***
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026