Bontang, Kaltim (ANTARA) - Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur mencetak sebanyak 657 nomor induk berusaha (NIB) selama Januari hingga April 2026 dengan dominasi izin untuk usaha mikro kecil (UMK), menggambarkan bahwa usaha berbasis kerakyatan makin menggeliat.

"Adanya 657 NIB yang baru diterbitkan ini menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi tetap bergairah, khususnya pada sektor riil," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang Muhammad Aspian Nur di Bontang, Senin.

Ia menyebut bahwa dominasi UMK dalam NIB baru tersebut mencapai 99,7 persen, menunjukkan adanya demokratisasi ekonomi, yakni masyarakat kini tidak lagi hanya bergantung pada industri berat maupun skala besar.

DPMPTSP Bontang selain aktif menarik investor dalam negeri dan investor asing dengan total investasi pada 2025 senilai Rp3,08 triliun, juga aktif menarik lapangan kerja mandiri melalui sektor jasa, kuliner, hingga perdagangan kreatif.

Aspian Nur menegaskan tingginya NIB baru dan banyaknya investor ini bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menunjukkan kepercayaan publik terhadap iklim investasi di Bontang berada di level tertinggi di Kalimantan Timur.

"Kami telah memangkas sekat birokrasi melalui sistem online single submission (OSS) agar pelaku usaha merasa aman dan nyaman. Kami adalah rumah yang siap menyambut investor dengan karpet merah," ujarnya.

Ia melanjutkan, Pemkot Bontang kini menerapkan sistem perizinan berbasis risiko untuk memberikan kepastian hukum dan efisiensi birokrasi.

Sementara profil proyek yang masuk di awal 2026 adalah risiko rendah sebesar 63,2 persen pelaku usaha bisa langsung beroperasi setelah NIB terbit.

Risiko menengah rendah terdapat 20,7 persen, risiko menengah tinggi tercatat 12,5 persen, dan risiko tinggi ada 3,7 persen, yakni tetap menarik bagi industri strategis dengan pengawasan ketat.

"Dari sisi sumber investasi, penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih memegang kendali utama dengan angka fantastis 99,7 persen. Sisanya sebesar 0,3 persen berasal dari penanaman modal asing (PMA)," katanya.

Ini menjadi penanda bahwa pengusaha lokal melihat Bontang sebagai ladang subur untuk mengintegrasikan bisnis mereka dengan industri manufaktur yang sudah mapan.

"Posisi geografis yang strategis sebagai kota pelabuhan dan gerbang logistik di wilayah tengah Indonesia, Bontang diprediksi mengalami gelombang investasi hingga akhir tahun. Terlebih pemda akan meluncurkan program insentif pajak dan kemudahan modal bagi pemilik NIB baru," katanya.



Pewarta: Rahmad
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026