Samarinda (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim mengumpulkan segenap pejabat struktural dan Koordinator Pendamping Wilayah (KPW) Kaltim untuk membahas pemantapan pencapaian target pengentasan desa dengan status sangat tertinggal dan tertinggal menjadi desa berkembang.
"Ini penting dibahas karena ada pergeseran, sebagian desa yang ditargetkan ditingkatkan statusnya pada 2020 sudah meningkat menjadi berkembang, makanya perlu dibahas bersama. Desa mana saja yang tepat disasar untuk ditingkatkan status IDM nya," ujar Kepala DPMPD Kaltim, Moh Jauhar Efendi saat memimpin rapat, di Ruang Rapat Kantor DPMPD Kaltim, Senin (3/2).
Ia juga berharap melalui rapat koordinasi teknis bisa terakomodir data indikator penilaian IDM yang akan disasar, ditingkatkan melalui program yang telah ditetapkan. Selain itu juga ada dukungan data KPW untuk melakukan pemetaan perindikator. "Yakin kalau dicermati satu-satu indikatornya akan cepat pencapaiannya.
Sependapat dengan hal itu, Tim Leader KPW Kaltim, Alwani menyebut desa yang akan ditetapkan sebagai sasaran betul-betul dianalisis terkait pencapian indikator yang masih rendah.
Ia mengaku KPW sudah berkoordinasi dengan kepala desa untuk melakukan profiling dan analisis indikator yang dianggap masih rendah. Adapun berdasarkan data yang diusulkan adalah desa tertinggal menjadi berkembang di Kabupaten Paser sebanyak 4 desa, Kutai Kartanegara 6 desa, Berau 6 desa, Kutai Barat 34 desa, dan Kutai Timur 4 desa.
Kemudian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengusulkan peningkatan status yakni ada 4 desa berkembang menjadi maju dan di Kabupaten Mahulu belum mengusulkan.
"Data ini nantinya akan dipetakan menyesuaikan target DPMPD Kaltim 2020 sebanyak 25 desa tertinggal menjadi berkembang," katanya.
Untuk diketahui Pemprov Kaltim dalam RPJMD Kaltim 2019-2023 dan Renstra DPMPD 2019 - 2023 menetapkan mengurangi 150 desa dari 518 desa sangat tertinggal dan tertinggal menjadi berkembang. Rinciannya pada 2019 sebanyak 15 desa, 2020 sebanyak 25 desa , 2021 sebanyak 30 desa , ditahun 2022 sebanyak 35 desa dan tahun 2023 sebanyak 45 desa .