Samarinda (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur memberikan akses literasi yang inklusif dengan memastikan seluruh layanan publik tersedia secara gratis.
"Di DPK Kaltim semua layanan seratus persen gratis tanpa pungutan biaya sepeser pun," kata Pelaksana Tugas Kepala DPK Provinsi Kaltim Anita Natalia Krisnawati di Samarinda, Kamis.
Menurut dia, masyarakat yang ingin membuat kartu anggota perpustakaan dapat langsung memprosesnya tanpa perlu mengeluarkan uang pendaftaran.
Layanan peminjaman buku untuk dibawa pulang hingga proses pengembaliannya juga tidak dikenakan tarif retribusi apapun.
Bahkan, pihak perpustakaan menerapkan kebijakan penghapusan denda bagi pemustaka yang terlambat mengembalikan buku pinjaman.
Kebijakan peniadaan denda ini bertujuan agar masyarakat tidak merasa takut atau terbebani ketika ingin meminjam bahan bacaan dalam jangka waktu tertentu.
Selain sirkulasi buku, DPK Kaltim juga menyediakan ruang perpustakaan digital dan co-working space yang nyaman untuk berbagai aktivitas produktif.
"Pengunjung bisa memanfaatkan area tersebut untuk nongkrong sambil mengerjakan tugas sekolah maupun pekerjaan kantor dengan suasana yang kondusif," ucap Anita.
Fasilitas konsultasi dan pendampingan kearsipan juga dibuka secara gratis bagi instansi atau perorangan yang membutuhkan tata kelola dokumen.
Bagi generasi muda yang gemar berfoto, Galeri Arsip menyediakan banyak lokasi estetik yang cocok untuk kebutuhan konten media sosial. Wisata sejarah di galeri tersebut memungkinkan pengunjung belajar masa lalu Kaltim melalui visual yang menarik tanpa biaya tiket masuk.
"Seluruh fasilitas unggulan ini terbuka luas untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat biasa," ungkap Anita.
Pemerintah daerah ingin mengubah persepsi bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, melainkan juga ruang eksplorasi yang menyenangkan.
"Kenyamanan pengunjung semakin terjamin karena beberapa area utama layanan sudah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC). Akses internet nirkabel atau Wi-Fi berkecepatan tinggi juga tersedia untuk mendukung kebutuhan digital para pemustaka," demikian Anita.
