Balikpapan (ANTARA) - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan telah menyelesaikan uji kesesuaian jabatan (job fit) untuk memastikan kompetensi pejabat yang akan mengisi posisi strategis. Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi pensiun aparatur sipil negara (ASN) di jabatan sekretaris dan kepala dinas.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan proses job fit menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran roda pemerintahan. Jabatan sekretaris perangkat daerah dan kepala dinas dinilai vital karena berperan langsung dalam pengambilan kebijakan.
“Dari laporan yang kami terima, proses job fit sudah selesai dan seluruhnya telah dinilai. Tinggal menunggu waktu, kemungkinan akhir tahun ini beberapa pejabat pelaksana tugas (Plt) akan segera didefinitifkan,” ujarnya, Kamis (18/12).
Bagus menambahkan, kebutuhan ASN secara umum sebenarnya sudah terakomodasi melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, tantangan tetap ada pada jabatan struktural tertentu yang tidak bisa diisi sembarangan.
Menurutnya, untuk jenjang eselon III dan IV, kondisi relatif aman. Personel untuk mengisi jabatan kepala bidang dinilai tidak bermasalah. Sementara itu personel untuk posisi sekretaris dan kepala dinas membutuhkan perhatian khusus karena perannya strategis.
Terkait rencana pengisian jabatan tahun depan, Bagus menegaskan Pemkot Balikpapan tidak mengajukan formasi struktural baru. Fokus kebutuhan diarahkan pada sektor pelayanan dasar, khususnya tenaga kesehatan dan tenaga pendidik.
“Usulan ke Kementerian PAN-RB memang lebih difokuskan pada kekurangan tenaga kesehatan dan guru. Untuk tenaga kesehatan, sebelumnya kita sudah mendapat persetujuan melalui kontrak kerja independen,” ujarnya.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat karena rekrutmen ASN masih dalam status moratorium. Meski demikian, Pemkot Balikpapan menyatakan kesiapan penuh apabila sewaktu-waktu diminta mengajukan kebutuhan tambahan.
Optimisme juga disampaikan menyusul rencana pembangunan dua rumah sakit baru yang akan dimulai tahun depan. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diyakini membuka peluang penambahan tenaga medis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
“Kita punya potensi besar penambahan tenaga kesehatan. Mudah-mudahan pembangunan rumah sakit bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Bagus.
