"Pemerintah kabupaten target tingkatkan IP 250-300 atau artinya 2,5 sampai 3 kali tanam panen setahun
Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, siapkan langkah meningkatkan indeks pertanaman (IP) padi bagian dari upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian untuk penguatan ketahanan pangan di kabupaten setempat.
"Pemerintah kabupaten target tingkatkan IP 250-300 atau artinya 2,5 sampai 3 kali tanam panen setahun," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto, Jumat, ketika ditanya menyangkut ketahanan pangan di Penajam.
"Saat ini masih kisaran IP 170-200, dan untuk ketahanan pangan IP harus ditingkatkan," tambahnya
Sehingga dapat mendorong produktivitas sektor pertanian tanaman padi, lanjut dia, didukung dengan program modernisasi pertanian dan perluasan tanam di lahan sawah sekitar 7.508 hektare.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara , memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Kalimantan Timur terkait pembangunan jaringan irigasi serta penyediaan sumur pertanian di kawasan sentra produksi.
Ketersediaan air menjadi faktor kunci karena apabila kebutuhan air terpenuhi, jelas dia, proses tanam padi bisa berlangsung tanpa jeda.
Pasokan air tersebut berdampak langsung pada optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang selama ini didukung oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program brigade pangan.
Upaya lainnya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, yakni menyiapkan benih unggul, pupuk bersubsidi, serta bahan bakar bersubsidi dibarengi dengan pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian kepada gabungan kelompok tani (gapoktan).
"Produktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara dapat terus ditingkatkan jika seluruh komponen berjalan beriringan,” katanya.
Upaya tersebut difokuskan menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai salah satu lumbung pangan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur, terutama dengan adanya dukungan modernisasi.
Hasil panen petani bakal diserap Badan Urusan Logistik (Bulog), dan dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga petani, serta masyarakat lokal menjaga ketersediaan pangan daerah, demikian Andi Trasodiharto.
Pewarta: Nyaman Bagus PurwaniawanEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026