Nilai IKLH Kutai Timur meningkat jadi 80,85 poin pada 2025, hal ini tentu menjadi cermin dari upaya pengelolaan lingkungan yang semakin tertata
Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Kabupaten Kutai Timur tertinggi di Kalimantan timur (Kaltim) dengan capaian 80,85 poin pada 2025 atau naik dari tahun sebelumnya 75,85 poin pada 2024, berkat perbaikan tata kelola melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.
"Nilai IKLH Kutai Timur meningkat jadi 80,85 poin pada 2025, hal ini tentu menjadi cermin dari upaya pengelolaan lingkungan yang semakin tertata," ujar Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah di Sangatta, Rabu.
IKLH Kutim sebesar 80,85 poin ini masuk dalam kategori "baik" dan paling tinggi dari kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.
Sembilan kabupaten/kota lain dengan IKLH 2025 di bawah Kutim adalah Kabupaten Berau dengan IKLH (77,21), Kutai Kartanegara (74,68), Samarinda (73,42), Balikpapan (72,90), Kutai Barat (71,05), Bontang (70,22), Paser (69,18), Mahakam Ulu (68,74), dan Penajam Paser Utara (67,55).
Sejumlah hal yang dilakukan, kata dia, pengawasan tambang dan industri secara ketat seperti adanya aturan baru berupa pencabutan izin lingkungan jika ditemukan limbah melebihi baku mutu.
Kemudian pemasangan pemantau otomatis (sensor) di muara sungai dekat tambang batu bara dan perkebunan, sehingga data akan masuk langsung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim guna mengetahui pelanggaran lingkungan.
Selain itu Industri diwajibkan menyediakan kolam pengendapan dan pengolahan limbah lengkap, termasuk menerapkan denda maksimal bagi perusahaan yang membuang langsung ke sungai.
Hal lain yang diterapkan adalah Program Siaga Perisai (Sinergi Aksi Bersama Pemenuhan Air Bersih) kolaborasi pemerintah, warga, dan perusahaan, melalui pemasangan filter sederhana dan ramah lingkungan di desa-desa memanfaatkan tanaman enceng gondok dan arang untuk penjernihan air secara alami.
Sebelumnya, saat penyampaian Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 dalam Rapat Paripurna XVII DPRD Kutim, Bupati Ardiansyah mengatakan selain keberhasilan bidang lingkungan, pemda juga berhasil mencapai kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutim dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025, yang menggambarkan adanya perbaikan dalam kualitas pendidikan, kesehatan, serta standar hidup masyarakat.
Dari sisi struktur perekonomian daerah, lanjut dia, sektor pertanian dan perkebunan juga menunjukkan geliat menonjol. Kontribusi kedua sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari 8,80 persen pada 2024 menjadi 10,96 persen pada 2025.
"Pelayanan publik pun mengalami peningkatan signifikan, ditandai indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan pemerintah daerah meningkat dari 81,41 poin pada 2024 menjadi 85,82 poin pada 2025," ujar Bupati Ardiansyah.
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026