Selain kebakaran hutan dan lahan, instalasi listrik yang rapuh serta kelalaian aktivitas harian juga bisa menjadi pemicu kerawanan bencana di musim panas
Sangatta, Kaltim (ANTARA) - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di tengah cuaca panas ekstrem, ditandai dengan banyaknya titik panas yang dideteksi oleh BMKG Balikpapan.
"Selain kebakaran hutan dan lahan, instalasi listrik yang rapuh serta kelalaian aktivitas harian juga bisa menjadi pemicu kerawanan bencana di musim panas," ujarnya seusai upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kutim, di Sangatta, Senin.
Ia menyebut bahwa kenaikan suhu udara yang signifikan akibat fenomena El Nino telah meningkatkan risiko kebakaran, baik di kawasan hutan, permukiman, maupun di lingkungan sekolah.
Pengecekan rutin terhadap beban listrik pun menjadi pesan yang disampaikan, yakni dalam kondisi suhu udara tinggi, komponen listrik yang sudah tua atau tidak sesuai standar lebih rentan mengalami arus pendek (korsleting).
Ia menegaskan bahwa lingkungan sekolah harus menjadi pelopor dalam kedisiplinan pemeliharaan sarana dan prasarana ini untuk menjamin keselamatan peserta didik.
Selain faktor teknis, bupati juga menyinggung faktor kelalaian manusia, sehingga ia mengingatkan kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan masih menjadi ancaman serius bagi area terbuka hijau dan lahan kering di Kutim.
"Saat membuang puntung rokok, pastikan sudah benar-benar padam sebelum dibuang. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas seperti sekarang, percikan sekecil apa pun bisa memicu kebakaran besar," katanya lagi.
Imbauan ini merupakan bagian dari upaya preventif Pemkab Kutim dalam menghadapi musim kemarau, sehingga ia mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kesadaran kolektif terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar.
Sementara itu, hasil deteksi BMKG Balikpapan menemukan sepanjang Minggu (3/5) mulai pukul 01.00 – 24.00 Wita terdapat 116 titik panas yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur, khusus di Kabupaten Kutim terdeteksi 39 titik.
Sebanyak 39 titik panas tersebut tersebar di sembilan kecamatan, yakni di Kecamatan Bengalon 13 titik, Karangan (3), Kaubun (1), Kombeng (2), Muara Bengkal (2), Muara Wahau (7), Rantau Pulung (4), Sangkulirang (2), dan Kecamatan Telen (5).
Pewarta: M.GhofarEditor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026