Balikpapan (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meluncurkan program Bedah Rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) se-Pulau Kalimantan di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, Selasa.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Peluncuran dilakukan setelah Menteri meninjau calon penerima BSPS di Kelurahan Teritip. Tahun ini, total alokasi BSPS untuk wilayah Kalimantan mencapai 3.000 unit, termasuk tambahan dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud berupa dua kali 500 unit yang dialokasikan untuk perluasan cakupan bantuan di daerah, terutama di Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Di Balikpapan, alokasi BSPS berjumlah 117 unit, terdiri atas 84 unit usulan Pemerintah Kota Balikpapan dan 33 unit dari aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Khusus di Kelurahan Teritip, terdapat 28 unit yang akan dibangun dalam satu kelompok penerima.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri melihat langsung kondisi rumah warga serta kesiapan kelompok penerima dalam melaksanakan pembangunan secara swadaya. Program BSPS memberikan bantuan bahan bangunan dan pendampingan teknis, sementara proses pembangunan dilakukan oleh masyarakat.
Pada waktu yang bersamaan, dilaksanakan simulasi Tender Rakyat di Lapangan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Balikpapan.
Mekanisme ini menjadi bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan perumahan, termasuk proses pemilihan penyedia bahan bangunan oleh kelompok penerima.
Setelah agenda di Teritip, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Masyarakat di Gedung Ahmad Yani Raider 600, Kelurahan Manggar Baru.
Kegiatan ini melibatkan Kementerian PKP, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pusat Statistik (BPS), Permodalan Nasional Madani (PNM), Sarana Multigriya Finansial (SMF), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, dan Pemerintah Kota Balikpapan.
Kolaborasi lintas lembaga tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta memastikan program BSPS berjalan efektif di seluruh daerah.
Pemerintah menargetkan peningkatan kualitas hunian sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pada malam hari, Menteri PKP dijadwalkan menghadiri agenda bersama Menteri Dalam Negeri di Hotel Platinum Balikpapan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari koordinasi pusat–daerah terkait percepatan program perumahan rakyat.
Program BSPS selama ini dikenal sebagai bantuan stimulan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperbaiki rumah tidak layak huni. Pemerintah menekankan pentingnya peran kelompok masyarakat dalam memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran.
Peluncuran BSPS seKalimantan di Balikpapan menjadi penanda dimulainya rangkaian pembangunan rumah layak huni di berbagai daerah di Kalimantan. Pemerintah berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem. ***
Pewarta: Novi AbdiEditor : M.Ghofar
COPYRIGHT © ANTARA 2026