Penajam Paser Utara (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, mengajak pemerintah kabupaten setempat memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) di kabupaten itu.
"Ada sejumlah potensi PAD yang dapat dimaksimalkan pemerintah kabupaten," ujar Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara Raup Muin ketika ditanya menyangkut kebijakan pemerintah pusat memangkas dana transfer daerah di Penajam, Jumat.
Pemerintah kabupaten, lanjut dia, masih mengandalkan pendapatan dari dana bagi hasil (DBH) dan dana transfer pemerintah pusat.
"Adanya kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer daerah, maka perlu menyusun formula memaksimalkan potensi PAD,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bisa memaksimalkan PAD dengan keberadaan Bandara Internasional Nusantara yang dibangun di wilayah Kelurahan Pantai Lango dan Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam.
Baca juga: Kabupaten Penajam genjot pungutan pajak kendaraan demi PAD
Wilayah dekat bandara prasarana penunjang transportasi Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut memiliki potensi untuk menarik investor, jelas dia, harus menyiapkan perencanaan pengembangan wilayah di sekitar calon ibu kota negara Indonesia tersebut.
"Ke depan, wilayah sekitar IKN memiliki potensi pengembangan jasa perhotelan, transportasi, perdagangan dan lainnya," kata Raup Muin lagi.
Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki Kawasan Industri Buluminung dan Pelabuhan Benuo Taka yang bisa ditawarkan ke pihak investor, dengan menyiapkan kebutuhan dasar terlebih dahulu.
DPRD bersama pemerintah kabupaten secara bertahap menyiapkan rencana pengembangan sekitar wilayah IKN, menurut anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara lainnya, Nanang Ali, serta menyiapkan kebutuhan dasar seperti akses jalan, aliran listrik dan air minum.
Dengan langkah tersebut diyakini banyak investor masuk ke Kabupaten Penajam Paser Utara, timpal dia pula, dan secara tidak langsung membuka peluang kerja juga akan berdampak pada PAD sektor pajak maupun retribusi.
DPRD mengajak pemerintah kabupaten mengoptimalkan berbagai potensi PAD, tercatat target PAD sektor pajak dan retribusi tahun ini sekitar Rp211 miliar, mengalami kenaikan dari pencapaian PAD 2024 kisaran Rp170 miliar, demikian Nanang Ali.
Baca juga: Penajam maksimalkan potensi sektor kepelabuhanan kontribusi PAD
