Samarinda (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur menghadirkan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) Isyarat Al Falah sebagai fasilitas belajar agama pertama bagi penyandang tunarungu.
"Mengajarkan Al Quran dengan bahasa isyarat bukan hal mudah, tetapi ilmu ini sangat penting agar mereka memahami kitab sucinya," ujar Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Disdikbud Kaltim Ridwan di Samarinda, Minggu.
Menurut dia, kehadiran TPQ di SLB Negeri Pembina Samarinda ini merupakan terobosan inklusif agar anak difabel memiliki kesetaraan akses keagamaan.
Ridwan menyatakan upaya tersebut menjadi jawaban atas tantangan dalam mendidik keimanan dan ketakwaan anak-anak yang memiliki keterbatasan pendengaran.
"Ibadah shalat lima waktu bagi setiap Muslim harus didasari dengan kemampuan membaca Al Quran yang baik pula," cakapnya.
Oleh karena itu, ujar Ridwan, peserta didik berkebutuhan khusus berhak penuh mendapatkan fasilitas pembelajaran agama tanpa adanya diskriminasi.
TPQ inklusif yang berlokasi di Jalan Padat Karya Samarinda tersebut kini menjadi tonggak baru bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus Kalimantan Timur.
Terwujudnya ruang belajar khusus ini, imbuh Ridwan, adalah buah kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap hak penyandang disabilitas.
"Hal ini terlihat dari penyediaan materi bahasa isyarat hingga rehabilitasi ruang kelas agar siswa merasa nyaman," ungkapnya.
Pengawas Sekolah Disdikbud Kaltim Safii, bersama Kepala SLB Negeri Pembina Lilik Farida terus mengawal penerapan kurikulum isyarat ini.
"Kini, siswa tunarungu tidak lagi terpinggirkan karena telah memiliki wadah resmi untuk mengkaji Al Quran secara mendalam," cakap Lilik.
Baca juga: Kaltim kemarin, kampanye ASI hingga SIM untuk tunarungu
