Samarinda (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Timur menyediakan Posko Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para sopir angkutan umum guna mewujudkan perjalanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah yang sehat, aman, dan nyaman.
"Kesehatan pengemudi adalah kunci utama keselamatan penumpang, sehingga kami wajib memastikan kondisi fisik mereka dalam keadaan sangat prima sebelum memulai perjalanan jauh," kata Kepala Dishub Kaltim Yusliando di Samarinda, Jumat.
Dia mengatakan posko pelayanan kesehatan ditempatkan di dua terminal tipe B di Kalimantan Timur berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan setempat.
Tenaga medis yang bertugas di posko tersebut melakukan serangkaian observasi vital mulai dari pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga tingkat stres para awak angkutan darat.
"Pemeriksaan medis ini memiliki peranan sangat penting mengingat kelelahan akut sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakaan lalu lintas fatal di jalan lintas provinsi," ujar dia.
Ia menyatakan apabila tim medis menemukan sopir yang mengalami keluhan kesehatan tertentu atau kelelahan ekstrem, yang bersangkutan langsung dilarang mengemudi demi menghindari risiko insiden yang merugikan banyak pihak.
Baca juga: Tambahan rute baru pengaruhi lonjakan penumpang Lebaran di Bandara Samarinda
Ia menegaskan perusahaan otobus wajib menyediakan pengemudi cadangan yang bugar jika sopir utama mereka terbukti gagal melewati tahapan penapisan kesehatan di terminal keberangkatan tersebut.
"Selain menjamin kebugaran fisik manusia sebagai operator kendaraan, kami secara paralel turut melaksanakan inspeksi keselamatan teknis atau ramp check terhadap seluruh armada angkutan massal," ujar dia.
Pihaknya memeriksa kelaikan fungsi sistem pengereman, kondisi ketebalan ban, operasional lampu, ketersediaan sabuk pengaman, serta kelengkapan dokumen administrasi setiap bus antarkota.
Ia mengatakan bahwa kendaraan yang terbukti mengalami kerusakan komponen atau tidak memiliki alat keselamatan darurat langsung mendapatkan sanksi berupa larangan beroperasi hingga perbaikan tuntas dilakukan.
Ia juga mengatakan posko terpadu di lingkungan terminal juga difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat apabila menemui adanya pelanggaran tarif maupun perilaku berkendara yang membahayakan dari para awak angkutan.
"Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi terkait disiagakan pula secara bergantian selama 24 jam penuh untuk mengawal kelancaran mobilitas pemudik mulai dari arus berangkat hingga arus balik usai," demikian Yusliando.
Baca juga: Dinkes Kaltim jamin layanan kesehatan gratis selama Lebaran
Pewarta: Ahmad RifandiEditor : Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026