Samarinda (ANTARA) - Bandara APT Pranoto Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, mencatatkan adanya potensi lonjakan arus penumpang sebagai dampak dari pembukaan sejumlah rute penerbangan baru menjelang masa angkutan Lebaran tahun 2026.

"Jika dibandingkan dengan angkutan Lebaran 2025, diperkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada periode tahun ini dikarenakan terdapat penambahan rute baru, yaitu tujuan Jakarta oleh maskapai Garuda Indonesia dan rute Banjarmasin oleh maskapai Wings Air," kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan di Samarinda, Rabu.

Berdasarkan rekapitulasi data terkini sejak awal Ramadhan hingga hari ini, pihak manajemen bandara kebanggaan warga ibu kota Kalimantan Timur tersebut telah melayani total pergerakan sebanyak 35.618 orang.

Dari akumulasi pergerakan warga tersebut, rinciannya meliputi 16.286 orang yang tiba melalui terminal kedatangan dan 19.332 orang lainnya yang berangkat meninggalkan Samarinda.

"Dalam menghadapi tren kenaikan, salah satu yang dipersiapkan secara matang adalah pembentukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran di kawasan bandara demi memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan aman, lancar, serta nyaman bagi pemudik," jelas Kadek.

Keberadaan posko terpusat ini melibatkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pihak maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, petugas penanganan darat (ground handling), hingga unsur aparat keamanan berserta instansi terkait lainnya.

Baca juga: Bandara Samarinda tingkatkan fasilitas penumpang jelang Lebaran

"Menyikapi proyeksi kepadatan terminal yang diperkirakan akan terus meningkat tajam pada H-7 Lebaran, kami juga memberi beberapa imbauan bagi calon penumpang demi kenyamanan bersama," kata Kadek.

Disampaikan dia, warga yang hendak bepergian diajak untuk bersama-sama menjaga standar keamanan serta keselamatan dengan cara mematuhi seluruh aturan dan ketentuan operasional yang berlaku mutlak di dunia penerbangan.

Calon penumpang juga diminta untuk bisa mengantisipasi berbagai potensi kendala perjalanan di jalan raya menuju lokasi bandara, seperti risiko hujan lebat atau genangan banjir, dengan cara datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan pesawat.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman modus penipuan penjualan tiket elektronik (e-ticket) yang kerap marak terjadi menjelang musim libur panjang nasional.

Sementara itu, terkait dengan kesiapan armada tambahan untuk mengakomodasi tingginya permintaan kursi pada puncak arus mudik mendatang, pihak pengelola bandara masih terus melakukan pemantauan dan koordinasi berkelanjutan.

"Sampai dengan hari ini, kami mengonfirmasi bahwa belum ada satupun maskapai penerbangan reguler yang secara resmi mengajukan penambahan jadwal penerbangan ekstra (extra flight)," demikian Kadek.

Baca juga: Bandara Samarinda didukung lima maskapai hadapi mudik Lebaran



Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Imam Santoso

COPYRIGHT © ANTARA 2026